Negara (ANTARA News) - Banjir di beberapa wilayah di Kabupaten Jembrana, Bali, sejak Selasa (5/10), selain merendam ratusan rumah, juga mengancam petani gagal panen padi.

Di Subak Jagaraga, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, beberapa hektar tanaman padi siap panen terendam air dengan ketinggian hingga menyentuh bulir padi yang mulai menguning, demikian pantauan di lapangan, Rabu.

Beberapa wilayah di Kabupaten Jembrana kembali dilanda banjir menyusul hujan deras yang semakin sering terjadi dan terakhir berlangsung terus-menerus sejak sehari sebelumnya.

Selain sawah, banjir di wilayah itu juga menggenangi puluhan rumah warga.

Wayan Suesen, warga sekitar situ mengatakan, air mulai masuk ke rumahnya sejak Rabu dini hari sekitar pukul 03.00 Wita.

"Limpahan air itu berasal dari luapan irigasi subak yang berada di selatan rumah saya. Musibah seperti ini sudah untuk kesekian kalinya," katanya.

Menurut Suesen, saluran irigasi subak tersebut selama ini sering mampet akibat tumpukan sampah dan banyak bagian dinding tembok yang rusak, sehingga saat banjir aliran airnya terhambat.

Warga setempat berharap pihak pemerintah, termasuk Pemkab Jembrana, segera turun tangan guna mempercepat upaya mengatasi genangan air tersebut agar segera surut.

Beberapa waktu lalu, sejumlah wilayah di kabupaten di ujung barat Pulau Bali itu juga dilanda banjir lebih besar yang menggenangi ratusan rumah yang beberapa diantaranya rusak akibat tergerus air. (*)

ANT/T007/M026

Pewarta:
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2010