Menkes minta 19 juta dosis vaksin yang tersisa segara dihabiskan

Menkes minta 19 juta dosis vaksin yang tersisa segara dihabiskan

Petugas Kesehatan sedang menyuntikkan vaksinasi kepada warga Bandarlampung, Sabtu (10/7/2021). ANTARA/Dian Hadiyatna/am.

Sampai pagi ini sudah disuntikkan 56 juta dosis
Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin meminta seluruh pemerintah daerah segera menghabiskan sisa stok vaksin COVID-19 sebanyak 19 juta dosis untuk disuntikkan kepada para penerima manfaat.

"Mengenai program vaksinasi yang ada di kami, ada 75 juta di seluruh daerah di Indonesia. Sampai pagi ini sudah disuntikkan 56 juta dosis untuk 40 juta orang yang suntik pertama, sisanya suntik kedua. Jadi, dari 75 juta itu tinggal sisa di stoknya ada sekitar 19 juta dosis," katanya saat menyampaikan keterangan secara virtual yang dipantau di Jakarta, Jumat.

Budi mengatakan pemerintah sudah menerima kedatangan bahan baku vaksin COVID-19 yang cukup. Selain itu, Indonesia juga dijadwalkan kembali menerima kedatangan 30 juta dosis vaksin tambahan pada akhir Agustus 2021.

"Arahan Bapak Presiden, untuk vaksinasi ini agar dipercepat dan beliau memahami bahwa stok itu ditahan di daerah-daerah sebagai cadangan suntik kedua sebanyak 19 juta dosis," katanya.

Baca juga: Kemenkes batasi stok simpan vaksin di daerah maksimal sepuluh hari

Baca juga: Menkes sebut pemerintah upayakan stok vaksin COVID-19 lebih cepat


Menurut Budi, Presiden Joko Widodo juga meminta agar segera stok yang tersedia segara dihabiskan karena nanti akan ada dosis vaksin baru yang datang.

Untuk pelaksanaan vaksinasi dosis kedua, kata Budi, peserta tidak diharuskan menjalani penyuntikan tepat di hari yang sudah dijadwalkan. "Selisih satu atau dua hari pun tidak apa-apa," katanya.

Budi juga menyampaikan arahan Presiden Joko Widodo agar seluruh pemerintah daerah, TNI dan Polri segera memanfaatkan stok yang ada di daerah-daerah masing-masing sebesar 19 juta dosis agar segera disuntikkan kepada para penerima manfaat.

Baca juga: Menkes: vaksin gotong royong berbayar adalah opsi

Baca juga: Ketua MPR minta evaluasi stok vaksin terus dilakukan

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kilas NusAntara Edisi COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar