Sandiaga: Masyarakat disiplin prokes & cegah hoaks adalah pahlawan

Sandiaga: Masyarakat disiplin prokes & cegah hoaks adalah pahlawan

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno (ANTARA/HO)

Untuk itu, perlu cara bijak dan efektif menghargai jerih payah para pahlawan pandemi COVID-19
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengajak masyarakat menjadi pahlawan di masa pandemi dengan cara disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes) dan tidak menyebarkan berita hoaks, misinformasi, maupun disinformasi tentang COVID-19.

Saat bedah buku karya Kamrussamad berjudul "Pahlawan-Pahlawan Le Parle CovidNomics" yang digelar secara virtual pada Kamis (22/7), Menparekraf berpendapat bahwa setiap orang bisa menjadi pahlawan untuk mengatasi pandemi ini.

"Untuk itu, perlu cara bijak dan efektif menghargai jerih payah para pahlawan pandemi COVID-19. Serta, selalu mengusung narasi dan konten-konten yang positif serta berita baik untuk percepatan penanggulangan penyebaran virus penyebab COVID-19, misalnya menangkal hoax, misinformasi maupun disinformasi tentang COVID-19,” ujar Sandiaga dalam siaran pers, Kamis.

Baca juga: Menparekraf tinjau sentra vaksinasi Sesko AU Lembang

Sandiaga menambahkan, pandemi merupakan tantangan besar yang dialami dunia pada berbagai sektor. Tidak hanya kesehatan, tapi juga ekonomi, sosial serta pariwisata dan sektor kreatif.

Krisis kali ini bersumber dari kesehatan sehingga menimbulkan permasalahan beragam, berbeda dibandingkan krisis keuangan Asia pada 1998 dan krisis keuangan global pada 2008 yang berawal dari sektor ekonomi dan keuangan.

Menparekraf menjelaskan, pemerintah berupaya maksimal menekan laju penyebaran COVID-19 sebagai prioritas utama, kemudian menjalankan kebijakan-kebijakan berbasis data untuk menanggulangi dampak di sektor Parekraf yang menjadi mata pencaharian bagi 34 juta masyarakat Indonesia.

Baca juga: Sandiaga: Percepatan vaksinasi pacu pemulihan sektor parekraf

Sebagaimana tertulis dalam bagian kedua dan ketiga buku "Pahlawan-Pahlawan Le Parle CovidNomics", diterangkan juga kebijakan pemerintah untuk merespons pandemi ini.

"Hal ini telah disampaikan juga pada bagian keempat, kelima, dan keenam dalam buku ini, yaitu beberapa sektor yang berjaya di masa pandemi seperti e-commerce, jasa kurir, makan-minum dan alat kesehatan, munculnya gerakan sosial di masyarakat yang saling tolong menolong,” katanya.

Anggota Komisi XI DPR RI yang juga penulis buku ‘Pahlawan-Pahlawan Le Parle CovidNomics’ Kamrussamad menjelaskan, yang dimaksud "Pahlawan" dalam buku itu kalangan pekerja atau pebisnis yang berjuang menghidupkan keluarga atau pegawainya di tengah pandemi.

"Itulah yang kami sebut ‘pahlawan-pahlawan’ karena mereka tetap berusaha. Kami memotret berbagai komunitas yang terdampak pandemi ini, orang-orang inilah yang tetap bisa bertahan dalam kondisi seperti ini, ada juga dosen-dosen yang saat ini bekerja mengajar dari rumah tetap bisa melayani mahasiswanya dalam menyusun tesis dan menyelesaikan tugas secara virtual, itulah makna di dalam buku ini yang kami sebut sebagai pahlawan-pahlawan ini,” katanya.

Baca juga: Menparekraf ajak pengusaha lirik sektor digital, game & konten kreatif

Baca juga: Sandiaga apresiasi video pelaku ekonomi kreatif tentang ajakan vaksin

Pewarta: Alviansyah Pasaribu
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kilas NusAntara Malam

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar