Musisi Bali hadirkan karya yang gambarkan situasi pandemi COVID-19

Musisi Bali hadirkan karya yang gambarkan situasi pandemi COVID-19

Man Angga (kiri) dan Guna Warma (kanan) personel Nosstress. ANTARA/HO-Nosstress.

Pandemi bagai rem peringatan akan jalur yang menyimpang
Denpasar (ANTARA) - Musisi asal Bali yaitu Nosstress telah merilis album berjudul "Istirahat" yang menggambarkan situasi masyarakat saat ini akibat pandemi COVID-19.

"Kami menjadi sadar, lagu 'Istirahat' mungkin bukan hanya sekadar suara dari kami. Mungkin ia adalah kehendak sederhana dari alam, yang tak henti kita injak, tanpa istirahat," kata salah satu personel Nosstress Man Angga dalam siaran persnya di Denpasar, Jumat.

Tema istirahat sendiri diambil dari single berjudul "Istirahat" yang telah dirilis tahun 2009. Sebuah apresiasi dari Nosstress untuk Hari Raya Nyepi yang mampu mengistirahatkan pulau Bali setidaknya satu hari. Kini alam raya kembali diistirahatkan, karena situasi pandemi.

"Bagi yang sudah pernah mengalami Nyepi gimana dampak alamnya, tentu juga membayangkan gimana jika yang istirahat bukan hanya Bali, tapi Indonesia, atau seluruh dunia. Kemudian pandemi melanda, memaksa kita untuk istirahat," katanya.

Ia mengatakan bahwa memang tidak bisa dipungkiri pandemi sangat menyusahkan, banyak orang kehilangan mata pencaharian hingga kesusahan makan.

Baca juga: 11 perupa pameran bersama di Gianyar saat pandemi COVID-19
Baca juga: Seniman Sulsel merefleksikan keprihatinan COVID-19


Man Angga yang juga sebagai gitaris dan vokal di Nosstress ini mengatakan situasi yang sulit ini adalah hal wajar, dan di album "Istirahat", Nosstress mencoba menangkap sisi lainnya. Pola hidup yang cepat membuat banyak perubahan, mengikis rasa saling membutuhkan antarmanusia dan alam.

"Pandemi bagai rem peringatan akan jalur yang menyimpang. Memberi waktu istirahat, ingat bahwa keluarga, kawan serta alam tercinta adalah kekayaan kita yang paling berharga," kata

Sementara itu, Guna Warma yang juga personel Nosstress menambahkan bahwa melalui album Istirahat ini menjadi cara untuk dapat melihat apa yang sesungguhnya terpenting dalam hidup ini.

"Begitu banyak realitas sosial terlupakan dari kehidupan yang serba cepat ini. Kebahagiaan sederhana seolah tergilas oleh peristiwa yang terjadi dengan cepat dan silih berganti. 'Istirahat' mungkin dapat membantu melihat apa yang sesungguhnya penting bagi hidup. Membedakan dengan jelas antara keinginan dengan kebutuhan," jelasnya.

Baca juga: Seniman TMII jaga produktivitas di tengah pandemi lewat karya virtual
Baca juga: Sejumlah seniman seni rupa gelar pameran bertema bangkit dari pandemi


Menurutnya, setiap lagu mempunyai kisahnya tersendiri, sama seperti album sebelumnya yang bersumber dari keseharian. Mulai dari apa yang mereka lihat, alami dan rasakan.

Dalam hal ini, kata Guna Warma kalau Nosstress membebaskan para pendengar menginterpretasikan, hingga menemukan makna setiap lagu di album "Istirahat".

"Cukup banyak lagu di album kami kali ini, dengan beragam kisah. Sepertinya bahasa kami tak sulit. Yang kami tulis adalah yang kami maksud. Harapan besar dari kami, silakan pendengar menyimak lagu kami, hingga dapat memaknai lagu ini dengan pemikiran masing-masing," katanya.

Sementara itu, dalam album "Istirahat" ini, Guna Warma mengatakan lantunan suara Cok Bagus masih terdengar di beberapa lagu.
​​​​
"Cok Bagus memutuskan mengundurkan diri saat album ini tengah dikerjakan. Sebelum memutuskan untuk keluar, Cok sudah menyelesaikan bagiannya turut sumbang suara di beberapa lagu di album ini. Setelah keluar dari Nosstress, kini Cok tetap tercatat sebagai musisi pendukung untuk album ini," kata Guna Warma.

Baca juga: Seniman angkat fenomena COVID-19 lewat instalasi "Pandora Paradise"
Baca juga: Seniman Borobudur cukup merasakan dampak pandemi

Pewarta: Ayu Khania Pranishita
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Sekjen PBB serukan gencatan senjata dan perangi COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar