Copiapo, Chile (ANTARA News) - Para penambang Chile yang diselamatkan tiba di kediaman asal seperti pahlawan pada Jumat setelah 69 hari menderita di bawah tanah.

Mereka meminum air yang terkontaminasi oleh minyak dan meledakkan bahan peledak sebagai upaya putus asa untuk memberitahu para penyelamat.

Semua kecuali dua dari 33 penambang meninggalkan rumah sakit kembali mendapat sambutan hangat kerabat setelah penyelamatan mereka yang menakjubkan pada Rabu akibat runtuhnya tambang di utara gurun dekat Copiapo, pada kawasan terpencil Chile.

Beberapa keterangan atas penderitaan mengerikan mereka telah terungkap. Namun, Victor Segovia yang dikenal sebagai penulis di kelompok itu yang telah mencatat beberapa pengalamannya menjelaskan kejadian itu seperti mimpi buruk kehidupan.

"Hal baik ketika dibebaskan adalah ketika anda mengalami mimpi buruk, anda terbangun dan menyadari bahwa hal itu adalah mimpi. Namun di dalam sana, kami tetap terbangun di dalam mimpi buruk," ujarnya.

"Kami memiliki masalah, seperti pada keluarga lainnya," katanya menambahkan, "Banyak waktu bersama, masalah menghampiri, kami berdebat, namun tidak ada yang serius."

Para penambang telah menjadi bintang media di seluruh dunia sejak penyelamatan mereka yang diliput langsung dan telah dipenuhi oleh tawaran pekerjaan serta hadiah, termasuk undangan mengunjungi Pulau Yunani dan Tanah Suci serta undangan pada pertandingan sepak Bola Eropa.

Penambang bernama Ariel Ticona yang putri ketiga-nya, "Esperanza" atau Harapan, dilahirkan ketika dia terperangkap di bawah, ditaburi oleh kertas berwarna-warni serta sorakan kegembiraan dari keluarga serta sahabatnya ketika ia tiba di rumah.

Ketika ditanya mengenai pelajaran yang didapat, dirinya menjawab, "Untuk menghargai waktu, saya serahkan bagi keluarga saya," sembari menggendong putrinya.

Gambaran seorang lelaki seperti melakukan tarian cepat dan lambaian saputangan di kedalaman tambang pada waktu perayaan peringatan dua abad pada September yang menggembirakan negara itu.

Para penambang menolak berkomentar ketika diminta menceritakan keadaan tersulit yang mereka hadapi sewaktu musibah tersebut. Beberapa kerabat telah mengisyaratkan kesepakatan untuk tidak memberitahu antar sesama mereka atas trauma yang terburuk.

Pada lingkungan kelas pekerja Copiapo, Til-Til Bajo, di dekat rumah sakit, para kerabat penambang yang diselamatkan, Pedro Cortes dan Carlos Bugueno, menggantung pita dan bendera jingga, pink, dan kuning dari lampion untuk menyambut kedatangan mereka.

"Saya mengenal mereka sejak mereka masih bayi," ujar pramu-toko, Luis Castillo, menambahkan, "ketika saya tahu mereka masih hidup, saya menangis tersedu."

Trauma Kejiwaan

Presiden Chile, Sebastian Pinera, nantinya telah menantang mereka untuk bertanding sepak bola persahabatan pada Oktober setelah gelombang perayaan pertama.

Seorang atlit, Edison Pena, yang berlari sejauh 10 kilometer setiap hari melalui terowongan pertambangan untuk mengatasi stres setelah runtuh, mengatakan dirinya tidak berharap dapat melihat rumahnya kembali.

"Saya tidak menduga saya dapat kembali, sehingga penyambutan ini sangat mengguncang pikiran saya," ujarnya menambahkan "Kami pernah mengalami waktu yang amat buruk."

Para penambang membakar ban pada hari pertama dengan harapan asapnya dapat mencapai permukaan dan memberitahu para penyelamat, dan meledakkan beberapa peledak agar mereka dapat didengar.

Ketika persediaan air kemasan mereka berkurang menjadi 10 liter, mereka mulai meminum air dari tong logam yang bercampur dengan bahan bakar minyak kendaraan.

Para penambang secara menakjubkan berkondisi sehat, mengingat mereka berada di terowongan yang panas dan gelap dalam waktu yang lama. Seorang dari mereka sedang dirawat akibat pneumonia dan yang lainnya membutuhkan perawatan gigi.

Para ahli mengatakan gangguan yang bertahan lama dapat berbentuk kejiwaan dan penyembuhannya dapat menjadi sulit akibat keriuhan masyarakat.

Walaupun mengalami trauma, beberapa penambang mengatakan mereka berencana akan tetap pada profesinya.

Seorang penambang yang ke-sepuluh ditarik keluar, Alex Vega, mengatakan: "Saya ingin kembali... Jiwa saya seorang penambang, dan telah mengalir pada darah ini."

Para penambang ditarik ke permukaan di dalam sebuah kapsul pada operasi penyelamatan yang disaksikan oleh ratusan juta warga di seluruh dunia dan memicu perayaan di seantero Chile.

Seorang pengusaha mantan penyanyi telah memberikan masing-masing kepada mereka uang sejumlah 10.000 dolar, sementara Direktur Apple, Steve Jobs, telah mengirimi mereka semua sebuah iPod. Terdapat juga kemungkinan perjanjian untuk pembuatan buku dan film.

Ketika tambang itu runtuh, mereka diduga telah tewas serta telah didoakan oleh warga Latin Amerika sebagai kecelakaan pertambangan. Namun penyelamat menemukan mereka 2,5 pekan kemudian melalui lubang bor sebesar anggur.

Lubang kecil tersebut menjadi penyambung nyawa yang digunakan untuk mengirim gel hidrasi, air, serta makanan untuk membuat mereka bertahan hidup hingga lubang yang lebih besar dapat dibor untuk menarik mereka ke atas.

Pada sebuah operasi yang rumit namun tanpa hambatan di gurun Atacama, Chile, para penambang telah ditarik satu per satu melewati batuan setinggi 625 meter di dalam sebuah kapsul logam kecil yang berdiameter lebih besar dari bahu orang dewasa dan dijuluki "Phoenix" yang mengacu kepada burung legenda yang bangkit dari debu.

Seorang pejabat tinggi pemerintah mengatakan bahwa biaya operasi penyelamatan itu sekitar 18 juta dolar dan menyarankan kapsul tersebut, yang berwarna merah, biru dan putih seperti bendera Chile, untuk melakukan pameran keliling dunia. (*)

Reuters/KR-BPY/M016

Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2010