Pekanbaru (ANTARA News) - Rumah Sakit (RS) Ibnu Sina memastikan ratusan siswa SMAN Olahraga Riau, Pekanbaru yang mendapat perawatan intensif di RS tersebut keracunan makanan.

"Dari gejala yang kita lihat seperti pusing dan muntah dipastikan mengalami keracunan makanan. Diperkirakan makanan yang dikonsumsi siswa SMA Olahraga sudah tercemar," ujar dr M Wirhan Azhari, dokter spesialis penyakit dalam RS Ibnu Sina Pekanbaru, kepada ANTARA, di Pekanbaru.

Saat ini, pihaknya merawat hampir ratusan siswa yang perlu ditangani secara cepat. Beruntung pihaknya, mempunyai dokter dan tenaga medis yang mencukupi.

Ia mengatakan, kemungkinan keracunan makanan tidak berasal dari zat kimia.

Hanya saja makanan yang dikonsumsi tersebut perlu dilakukan tes laboratorium untuk membuktikan kebenarannya apa yang menjadi penyebab keracunan yang terjadi di makanan tersebut.

Untuk itu, pihak puskesmas tersebut dapat melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan setempat untuk dapat melakukan tes labor makanan tersebut, jelas dia.

"Penanganan pertama yang dilakukan pihak dokter, dikarenakan gejala umum adalah pusing dan muntah-muntah. Setiap pasien mengalami kekurangan cairan dan kita akan memberikan cairan berupa air putih. Ditakutkan terjadi dehidrasi karena banyak kehilangan cairan," tambah M Wirhan.

Tak hanya siswa yang mengalami keracunan, tetapi juga beberapa orang guru. Siswa dan guru tersebut mengalami keracunan usai sarapan soto ayam yang disediakan oleh pihak sekolah.

Sebelumnya, siswa tersebut terlebih dahulu lari pagi di lapangan Kaharudin Nasution.

Selain dirawat di RS Ibnu Sina, siswa dan guru sebagian dirawat di RSUD Arifin Ahman, dan puskesmas terdekat.

Dari pantauan ANTARA, kondisi di unit gawat darurat RS Ibnu Sina sesak dengan pasien keracunan makanan soto ayam tersebut. Sehingga tidak ada celah untuk masuknya pasien lainnya.

Rio Febrian, salah seorang pasien mengatakan dirinya mengalami pusing dan mual-mual lima menit setelah makan soto yang disediakan.

"Saya langsung muntah-muntah dan banyak teman yang lainnya mengalami hal sama. Pihak sekolah langsung melarikan siswa tersebut ke rumah sakit," ujarnya terbata-bata.(*)
(T.KR-IND/D009/R009)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010