Olimpiade

Momota alami kekalahan mengejutkan dari pebulu tangkis non-unggulan

Momota alami kekalahan mengejutkan dari pebulu tangkis non-unggulan

Pebulu tangkis Jepang Kento Momota bereaksi ketika bertanding melawan Heo Kwang-Hee asal Korea Selatan di laga penyisihan Grup A Olimpiade Tokyo, Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang. (28/7/2021). ANTARA/REUTERS/Leonhard Foeger/aa.

Jakarta (ANTARA) - Pebulu tangkis tunggal putra peringkat satu dunia Kento Momota mengalami kekalahan mengejutkan setelah ditundukkan atlet non-unggulan Heo Kwanghee di laga terakhir babak penyisihan Grup A di Tokyo, Rabu.

Momota yang merupakan atlet tuan rumah, dikalahkan pebulu tangkis peringkat 38 dunia asal Korea Selatan itu dalam dua gim langsung 15-21, 19-21 dalam laga yang berlangsung 52 menit.

Hasil itu membuat Momota tersingkir dari babak penyisihan dan Heo pun mewakili Grup A menuju fase gugur babak 16 besar.

Baca juga: Jonatan susul Ginting ke babak 16 besar Olimpiade Tokyo

"Saya berterima kasih atas dukungan yang sudah saya terima. Saya minta maaf tidak bisa mewujudkan harapan orang-orang kepada diri saya. Ini adalah situasi yang sulit saya hadapi," kata Momota dalam laman resmi BWF, Rabu.

"Saya sudah berusaha bermain agresif, tapi saya tak cukup kuat bertahan secara mental. Kondisi fisik tidak ada masalah. Sulit bagi saya untuk bermain seperti biasanya, tapi berada di Olimpiade adalah pengalaman yang bagus," tutur Momota menambahkan.

Dalam fase penyisihan grup, Momota mengantongi hanya satu kemenangan dari dua pertandingan yang dimainkan. Dengan kemenangan tunggalnya didapat ketika bertemu dengan pebulu tangkis Amerika Serikat Timothy Lam.

Baca juga: Ginting ingin tingkatkan fokus di babak 16 besar Olimpiade Tokyo

Ditanya apakah kegagalannya di Olimpiade dikarenakan masih terpengaruh kecelakaan mobil di Malaysia tahun 2020, Momota menegaskan bahwa dugaan itu tidak benar.

"Saya rasa tidak ada hubungannya. Sebelumnya saya bisa memulihkan diri setelah pertandingan, tapi hari ini tidak. Saya bergerak cukup baik. Setelah lawan memimpin gim pertama, saya tidak bisa membalikkan keadaan seperti yang biasa saya lakukan. Banyak hal yang terjadi, tapi saya bersyukur bisa memainkan peran di Olimpiade Tokyo," pungkasnya.

Sementara itu, Heo menuturkan kemenangannya atas unggulan teratas merupakan hal yang tidak pernah ia duga sebelumnya. Pebulu tangkis asal Korea Selatan itu hanya berusaha bermain agresif selama pertandingan.

"Saya hanya berusaha tetap agresif. Saya benar-benar tidak menyangka bisa menang karena dia punya catatan yang hebat. Saya berusaha tetap positif dan akhirnya bekerja sesuai rencana," Heo mengungkapkan.

Baca juga: Praveen/Melati akui banyak lakukan kesalahan saat hadapi Zheng/Huang
Baca juga: Gregoria Mariska tak gentar hadapi Ratchanok Intanon pada 16 besar


 

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Leani/Khalimatus akhiri puasa emas Paralimpiade Indonesia 41 tahun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar