Olimpiade

Ginting enggan pikirkan calon lawan agar tidak bebani mental

Ginting enggan pikirkan calon lawan agar tidak bebani mental

Ekspresi pebulutangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting usai menundukkan tunggal putra Jepang Kanta Tsuneyama dalam babak 16 besar Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Kamis (29/7/2021). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/rwa. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

Kuncinya saya berusaha fokus sejak memasuki arena
Jakarta (ANTARA) - Pebulu tangkis tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting mengatakan tak ingin terlalu memikirkan calon lawan di pertandingan selanjutnya agar tidak mengganggu fokus dan mental bertandingnya.

Pebulu tangkis peringkat lima dunia itu melaju ke babak perempat final dan akan bertemu atlet peringkat tiga asal Denmark, Anders Antonsen, Sabtu.

"Saya akan berdiskusi dengan pelatih untuk evaluasi hari ini dan memikirkan strategi besok. Setiap latihan saya jadikan sebagai kesempatan penyegaran. Apalagi ini suasana baru setelah tampil di All England 2021 bulan Maret. Saya akan pelihara semangat dan tetap positif," kata Ginting seperti dilansir keterangan resmi KOI, Kamis.

Baca juga: Ginting singkirkan Tsuneyama untuk ke perempat final Olimpiade

Ginting menembus perempat final tunggal putra bulu tangkis Olimpiade Tokyo setelah menyingkirkan Kanta Tsuneyama yang merupakan atlet tuan rumah Jepang.

Ginting menang dua gim langsung 21-18, 21-14 dalam laga yang berlangsung selama 49 menit di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo.

Pada gim kedua, Ginting berhasil mengendalikan permainan dan mengamankan tiket perempat final di ajang Olimpiade pertamanya.
"Kuncinya saya berusaha fokus sejak memasuki arena," kata Ginting mengungkapkan kunci kesuksesannya hari ini.

Baca juga: Ginting ingin tingkatkan fokus di babak 16 besar Olimpiade Tokyo

Terkait laga kontra Antonsen, Anthony tak mau berbicara banyak. Menurutnya, ia akan berdiskusi dengan pelatih Hendry Saputra untuk membahas strategi dan menganalisis permainan Lawan.

Tentang Kento Momota, unggulan teratas yang lebih dulu gugur, juga tak membuat Anthony merasa peluangnya besar. Ia justru bertekad berjuang lebih maksimal.

"Saya kira itu normal, ini adalah sebuah turnamen. Semua bisa menang, bisa kalah. Tidak ada yang bisa menjamin kita bisa menang, karenanya semua pemain harus bisa mengendalikan mental dan pikiran. Sepertinya Momota hanya kurang beruntung saja kemarin," pungkas Ginting.

Baca juga: Jonatan dikandaskan Shi Yu Qi di 16 besar tunggal putra Olimpiade

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Leani/Khalimatus akhiri puasa emas Paralimpiade Indonesia 41 tahun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar