Medan (ANTARA News) - Rumah pribadi Syamsul Arifin di Jalan Eka Dharma, Kecamatan Medan Johor, Jumat malam terlihat sepi pasca penahanan Gubernur Sumut itu oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada hari yang sama.

Dari pantauan ANTARA, gerbang utama rumah mewah milik Syamsul Arifin itu sekiar pukul 20.00 WIB terkunci rapat dan nyaris tidak terlihat aktivitas.

Sementara, beberapa orang petugas keamanan terlihat duduk sambil menonton televisi di dalam bangunan rumah semi permanen yang lokasinya persis bersebelahan dengan kediaman pribadi Syamsul Arifin.

Pemandangan serupa juga terlihat di rumah dinas Gubernur Sumatera Utara (Sumut) itu di Jalan Jenderal Sudirman.

Beberapa petugas Satuan Polisi Pamong Praja tampak melaksanakan tugas mereka di pos jaga di dekat gerbang utama dan di pos induk yang berjarak sekitar 10 meter dari gedung gubernuran Medan.

Di halaman rumah dinas itu juga tidak terlihat satu pun mobil parkir, baik mobil tamu maupun mobil dinas Gubernur Sumut.

Syamsul Arifin yang juga Ketua Partai Golkar Sumut ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak Jumat malam terkait dugaan terlibat kasus penyalahgunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Langkat sejak tahun 1999 hingga 2007.

Sebelum dititipkan oleh KPK di rumah tahanan (Rutan) Salemba Jakarta Syamsul telah berstatus tersangka sejak sekitar April 2010.

Akibat kasus tersebut diperkirakan negara dirugikan sekitar Rp99 miliar.

KPK melakukan penahanan terhadap Syamsul selama 20 hari terhitung sejak 22 Oktober 2010 guna memperlancar proses penyelidikan.(*)

(ANT-197/S015/R009)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010