Lebak (ANTARA News) - Gerbong-gerbong kereta api milik PT Kereta Api Indonesia yang terbakar di Stasiun Rangkasbitung, Senin (11/10) dinihari belum ditarik ke Balai Yasa Manggarai Jakarta.

"Selama ini bangkai gerbong-gerbong kereta api masih dalam pemeriksaan Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri," kata Kepala Stasiun Rangkasbitung, Suratman, Minggu.

Suratman mengatakan, hingga kini rangkaian kereta api yang terbakar belum bisa ditarik ke Jakarta karena belum selesai penyelidikan polisi untuk mengungkap motif pembakaran.

Polisi sudah menetapkan seorang tersangka pembakaran kereta yang menghanguskan 24 gerbong yang 17 di antaranya rusak total, lima rusak sedang dan dua rusak ringan.

Karena itu, kata dia, hingga kini masih terpasang garis kuning dan terpal hijau yang menutupi lokasi kebakaran.

Polisi belum mencabut garis dan terpal tersebut.

Kemungkinan jika sudah selesai penyelidikan, dipastikan akan ditarik ke Balai Yasa Manggarai Jakarta untuk diperbaiki karena sebagian masih layak untuk diperbaiki.

Menurut dia, selama ini belum bisa memastikan kapan bangkai gerbong ditarik ke Jakarta karena masih dalam penyelidikan Mabes Polri.

"Saya berharap gerbong kereta api segera ditarik karena saat ini parkir kereta ke Stasiun Catang dan Jambu," katanya.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor Lebak Ajun Komisaris Besar Polisi Widoni Fedri mengatakan, pihaknya hingga kini masih menerjunkan anggota untuk pengamanan lokasi kebakaran gerbong kereta yang diparkir di Stasiun Rangkasbitung.

"Kami selama 24 jam melakukan patroli dan menjaga lokasi kebakaran kereta," tandasnya.

Kombes Widoni menambahkan, petugas hingga kini masih mendalami keterangan tersangka bernama Saepul alias Heri alias Bocor sehingga gerbong kereta api belum bisa ditarik ke Jakarta.

Kemungkinan tersangka pembakaran kereta api tidak sendirian, karena temuan Puslabfor Mabes Polri terdapat sembilan sumber api.

Polisi sudah memeriksa sebanyak 46 orang terdiri atas pegawai PT KAI, termasuk kepala stasiun, pedagang dan warga yang berada di sekitar stasiun.

"Kami masih mengembangkan motif pembakaran kereta api karena dipastikan ada tersangka lain," ujarnya.

(KR-MSR/A011/S026)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2010