Pemkot Jakbar tunggu instruksi untuk uji coba KBM tatap muka

Pemkot Jakbar tunggu instruksi untuk uji coba KBM tatap muka

Petugas menyemprotkan disinfektan di ruang kelas SD Kenari 08 Pagi, Jakarta, Jumat (18/6/2021). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk menghentikan sementara proses uji coba sekolah tatap muka karena lonjakan kasus COVID-19 dalam sepekan terakhir pascalibur lebaran. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww

Kita sempat uji coba kegiatan belajar tatap muka di beberapa tempat
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat (Jakbar) menunggu instruksi dari pemerintah provinsi terkait rencana uji coba kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka.

Menurut Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarat Barat I Aroman, di Jakarta, Kamis, sebelum pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) pihaknya sempat menggelar uji coba kegiatan belajar mengajar.

Bahkan, lanjutnya, beberapa sekolah pun sempat melakukan ujicoba tersebut hingga tahap dua.

"Kita sempat ujicoba kegiatan belajar tatap muka di beberapa tempat. Karena PPKM darurat ya kita hentikan semua," katanya.

Walau PPKM level 4 akan berakhir pada 9 Agustus mendatang, Aroman beserta jajarannya mengaku belum membahas soal rencana uji coba kegiatan belajar mengajar kembali.

Baca juga: Wagub DKI sesalkan kabar PAUD yang gelar belajar tatap muka

"Kita nunggu kebijakan dari pemerintah, baik dari kementerian maupun Pemprov DKI. Sementara ini belum ada kebijakan lagi," kata dia.

Hingga saat ini ini, pihaknya masih fokus memaksimalkan program vaksinasi massal di setiap sekolah di wilayah Jakarta Barat.

"Guru kami juga kita kerahkan bantu nakes untuk vaksinasi," jelas dia.

Sebelumnya, Kepala Seksi Pendidikan dan Tenaga Pendidikan Jakarta Barat II Masduki, 62 persen dari 77.000 siswa sudah mendapatkan vaksinasi COVID-19.

"Yang siswa usia 12 sampai 17 itu,  62 persen dari total keseluruhan yang sudah vaksin sampai tiga Agustus," kata Masduki di Jakarta, Rabu (4/8).

Baca juga: Patuhi kebijakan DKI, SMP Yamas hentikan uji coba PTM

Para siswa tersebut, lanjut Masduki, menerima vaksin di 42 sekolah yang dijadikan sentra vaksinasi oleh Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat sejak 12 Juli lalu.

Namun demikian, program vaksinasi di 42 sekolah itu tidak berjalan serentak lantaran kekurangan tenaga kesehatan.

Pewarta: Walda Marison
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Gereja Katedral batasi misa tatap muka

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar