Saham China jatuh, dipicu khawatiran tindakan keras Beijing

Saham China jatuh, dipicu khawatiran tindakan keras Beijing

Ilustrasi - Bursa Saham China. ANTARA/Reuters.

Shanghai (ANTARA) - Saham China jatuh pada hari Kamis, karena investor mencermati isyarat dari laporan media pemerintah yang akan menekan perusahaan game online, produsen pupuk, dan pembuat minuman beralkohol, khawatir sektor ini bisa menjadi target berikutnya dari tindakan keras pemerintah.

Selera risiko juga dibatasi oleh kekhawatiran atas wabah baru COVID-19, karena varian Delta menyebar di negara ini.

Indeks saham unggulan CSI300 turun 0,6 persen menjadi berakhir di 4.948,67, sedangkan Indeks Komposit Shanghai turun 0,3 persen menjadi 3.466,55.

Saham game online, yang merosot pada hari Selasa setelah laporan media pemerintah yang menyebut industri "opium spiritual", jatuh lebih jauh, karena Securities Times resmi menyerukan pengembangan sektor yang sehat.

Baca juga: Saham China dibuka lebih rendah Kamis

Saham game termasuk Perfect World, Youzu Interactive, dan Wuhu Sanqi Interactive Entertainment Network Technology semuanya turun.

Investor juga berebut untuk keluar dari pembuat bahan kimia seperti Luxi Chemicals Group dan Yunnan Yuntianhua Co di tengah berita bahwa China sedang menyelidiki perusahaan pupuk kimia atas penipuan harga.

Stok hormon pertumbuhan, termasuk Changchun High & New Technology Industries dan Anhui Anke Biotechnology (Group) Co jatuh, setelah media pemerintah mengeluarkan peringatan baru bahwa produk semacam itu merusak kesehatan masyarakat.

Selain itu investor membuang pembuat minuman beralkohol, termasuk Kweichow Moutai Co dan Luzhou Laojiao Co , karena mereka ketakutan oleh sebuah artikel di situs web Kementerian Sains & Teknologi yang menghubungkan alkohol dengan beberapa jenis kanker.

Baca juga: Saham Inggris melemah, Indeks FTSE 100 turun tertekan saham perbankan

Baca juga: Saham Eropa dibuka naik, terkerek pendapatan Siemens dan Novo Nordisk

Penerjemah: Biqwanto Situmorang
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar