Debut di teater, Lily Allen lebih tegang ketimbang "manggung"

Debut di teater, Lily Allen lebih tegang ketimbang "manggung"

Arsip Foto - Lily Allen, dengan albumnya 'No Shame' telah dinominasikan untuk Mercury Prize 2018, berpose untuk foto menjelang upacara di Hammersmith Apollo di London, Inggris, Kamis (20/9/2018). ANTARA/REUTERS/Henry Nicholls/am.

Saya jelas merasakan tekanan yang besar
Jakarta (ANTARA) - Penyanyi-penulis lagu Inggris Lily Allen sudah berpengalaman tampil di hadapan puluhan ribu orang, tapi dia mengaku tampil di panggung West End London "lebih menegangkan".

Penyanyi yang tenar pada akhir 2000-an ini debut di teater dalam pentas "2:22 - A Ghost Story", thriller supernatural di Noel Coward Theatre.

"Saya tahu orang bilang, 'Kan kamu sudah pernah tampil di panggung', tapi ini pengalaman yang sangat berbeda," kata Lily Allen kepada Reuters.

Dia telah berlatih selama lima pekan untuk peran tersebut.

Baca juga: Lily Allen Gelar Resepsi Setelah Melahirkan

"Saya jelas merasakan tekanan yang besar."

Penyanyi 36 tahun yang sedang menyesuaikan diri dengan kehidupan baru di New York bersama keluarganya mengaku tidak punya ambisi berakting ketika tiba-tiba mendapat tawaran tampil di teater.

"Saya tidak punya agen, saya tidak mencari proyek baru... Dan saya tiba-tiba dapat telepon dari direktur kasting yang berkata 'maukah kamu ikut pementasan?' Dan saya pikir 'Yah, sebenarnya tidak terlalu'. Tapi lalu saya memikirkannya. Saya kira itu kesempatan besar," tutur Allen yang menikah dengan aktor "Stranger Things" David Harbour pada 2020 dan telah memiliki dua anak dari hubungan sebelumnya.

Di pentas itu, dia berperan sebagai Jenny, perempuan muda yang percaya rumah barunya berhantu. Keyakinannya menciptakan ketegangan dalam hubungannya dengan sang suami yang rasional, Sam (Hadley Fraser). Pementasan itu juga dibintangi Julia Chan dan Jake Wood.

Penulis Danny Robins yang juga debut di West End lewat pementasan ini mengatakan kisah itu diinspirasi dari pengalaman temannya.

"Kau tahu, ada alasan kenapa kita percaya hantu sejak masa prasejarah," kata dia. "Kematian adalah hal yang menyeramkan, gagasan bahwa kita tidak ada lagi. Jadi kita butuh hantu dalam hidup kita."

Pementasan itu dibuka untuk umum pada 12 Agustus hingga 16 Oktober.

Baca juga: Lily Allen jadi duta Samsung Galaxy Alpha

Baca juga: Lily Allen janjikan karya terbaru

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar