New York (ANTARA News) - Separuh keluarga AS yang memiliki anak yang masih kecil berencana mengurangi belanja liburan dibandingkan dengan yang mereka lakukan tahun lalu, gara-gara keprihatinan mengenai ekonomi, demikian hasil satu jajak pendapat baru.

Sementara angka pengangguran mencapai 9,6 persen dan pemulihan ekonomi macet, rakyat Amerika enggan untuk mengeluarkan uang --yang mereka peroleh dengan susah-payah sebagaimana dikutip dari Reuters Life!

"Kepercayaan sangat terkekang oleh berlanjutnya ketidakpastian di seputar lemahnya pemulihan ekonomi yang telah menghasilkan jumlah lapangan kerja paling kecil kedua setakat ini dalam pemulihan pasca-perang," kata Marc Harris dari RBC Capital Markets, yang melakukan angket tersebut.

Temuan di RBC Consumer Outlook Index menjadi berita suram bagi pengecer yang mengandalkan musim liburan bagi penjualan terbesar mereka.

Selain mengurangi pengeluaran saat liburan, 69 persen dari 1.032 orang Amerika yang ditanyai pada penghujung Oktober mengatakan mereka percaya ekonomi dan keuangan mereka sendiri akan macet atau malah tambah buruk pada 2011.

"Petunjuk sesungguhnya mengenai ke mana kepercayaan konsumen bergerak akan muncul dalam beberapa pekan ke depan, saat menikmati hasil pemilihan umum sela," tambah Harris.

Pemberi suara memilih partai Demokrat apa yang digambarkan oleh Presiden Barack Obama sebagai "kekalahan" pada Selasa (2/11) --saat kubu Republik meraih kekuatan di Majelis Permusyawaratan Rakyat dan meningkatkan jumlah mereka di Senat.

Index itu juga memperlihatkan bahwa rakyat Amerika masih belum yakin tentang penanaman modal dalam bidang properti dan 48 persen mengatakan mereka tak yakin untuk menaruh uang mereka di pasar saham.

Tapi suara yang lebih positif, kepercayaan pada keamanan pekerjaan meningkat dan makin banyak orang Amerika memikirkan untuk melakukan pembelian barang yang besar, seperti mobil.

"Gerakan positif di dalam Index tersebut dipicu oleh peningkatan mencolok jumlah orang Amerika yang berpendapat tampaknya tak mungkin setiap orang di lingkaran dalam akan kehilangan pekerjaan mereka dalam enam bulan ke depan," demikian pernyataan RBC.

Kosumen yang mengatakan mereka berencana melakukan pembelian besar dalam waktu enam bulan ke depan naik jadi 11 persen dari 8 persen pada Oktober.
(ANT/A024)

Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2010