BI catat modal asing keluar Rp5,49 triliun di pekan kedua Agustus

BI catat modal asing keluar Rp5,49 triliun di pekan kedua Agustus

Ilustrasi- Logo Bank Indonesia. (ANTARA/Dokumentasi BI)

Jakarta (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) mencatat terdapat aliran modal asing keluar dari pasar keuangan domestik sebesar Rp5,49 triliun pada pekan kedua Agustus atau periode 9-12 Agustus 2021.

“Berdasarkan data transaksi 9-12 Agustus 2021, nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp5,49 triliun,” kata Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Erwin mengatakan aliran modal keluar ini terdiri dari penjualan neto di pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp4,33 triliun dan penjualan neto di pasar saham sebesar Rp1,16 triliun.

Baca juga: BI: Sinergi kebijakan fokus garap sektor prioritas dan berdaya tahan

Meskipun terdapat aliran modal asing keluar pada pekan ini, secara kumulatif sejak Januari 2021, BI masih mencatat modal asing masuk hingga Rp13,77 triliun.

"Berdasarkan data setelmen selama 2021 (year to date/ytd), nonresiden beli neto Rp13,77 triliun," kata dia.

Sementara itu, salah satu indikator premi risiko untuk berinvestasi di Indonesia, yakni Credit Default Swaps (CDS) Indonesia untuk lima tahun turun ke level 73,89 basis poin (bps) per 12 Agustus 2021 dari 77,66 bps per 6 Agustus 2021.

Sedangkan imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun naik ke level 6,32 persen.

Baca juga: BI perkirakan pertumbuhan ekonomi RI bakal capai puncak pada 2024-2025

Di pasar spot pada Jumat sore, nilai tukar rupiah ditutup melemah lima poin atau 0,03 persen ke posisi Rp14.388 per dolar dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.383 per dolar AS.

Erwin menyampaikan Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran COVID-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

Bank Sentral juga akan melakukan koordinasi untuk kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh guna menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.

Baca juga: BI perkirakan inflasi Agustus 2021 sebesar 0,04 persen

Baca juga: BI targetkan 60 juta UMKM terhubung platform digital dalam tiga tahun


Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2021

BI proyeksi transaksi bank digital tembus Rp48 ribu triliun di 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar