Sikap pemerintah terhadap akun pesohor yang tolak vaksin

Sikap pemerintah terhadap akun pesohor yang tolak vaksin

Ilustrasi vaksin COVID-19 (ANTARA/HO-Kemenkes)

Jakarta (ANTARA) - Koordinator Pengendalian Konten Internet Kementerian Komunikasi dan Informatika Anthonius Malau mengatakan setiap orang berhak punya pendapat, namun tetap ada hal yang harus diperhatikan, termasuk para pesohor dengan banyak pengikut di media sosial.

"Tetapi jangan coba mempengaruhi masyarakat agar menolak program pemerintah (vaksinasi), atau yang mengakibatkan nyawa orang lain jadi terancam," kata Anthonius dalam bincang-bincang "Edukasi Misinformasi COVID-19", Jumat.
​​
Hal ini dikatakan Anthonius terkait dengan sejumlah  pesohor dengan banyak pengikut yang lewat media sosial mengungkapkan pendapat menolak vaksin atau menolak fakta tentang COVID-19.

Baca juga: Reisa sebut hoaks tantangan utama masyarakat melakukan vaksinasi

Setiap orang sah-sah saja bila tidak percaya mengenai pandemi yang sekarang sedang melanda dunia, atau punya pendirian untuk tidak mau ikut andil dalam vaksinasi karena alasan tersendiri, yang penting dia tidak mengajak orang lain untuk ikut-ikutan tidak percaya, lanjut Anthonius.

Vaksinasi COVID-19 berguna mengurangi angka kesakitan dan kematian akibat COVID-19, juga jadi upaya menurunkan kurva kasus COVID-19. Vaksinasi bisa mencegah seseorang terinfeksi patogen penyebab penyakit, mencegah kesakitan atau morbiditas. Jika terinfeksi, seseorang yang sudah divaksin mengalami gejala lebih ringan ketimbang yang belum mendapat vaksin.

Pemerintah berupaya terus mempercepat program vaksinasi. Kekebalan kelompok bisa tercapai bila setidaknya 70 persen masyarakat sudah punya imunitas terhadap virus corona. Pemerintah menargetkan vaksinasi COVID-19 sebesar 208.265.720 jiwa, untuk membentuk kekebalan kelompok sehingga pandemi COVID-19 segera berakhir.

Pada Kamis (19/8), pemerintah menerima sumbangan 450 ribu dosis dari total 3 juta dosis vaksin COVID-19 AstraZeneca yang disumbangkan pemerintah Belanda. Pemerintah juga sudah membeli 1.560.780 dosis vaksin Pfizer yang tiba pada Kamis (19/8) siang, juga 567.500 dosis vaksin AstraZeneca, serta 5 juta dosis vaksin Sinovac yang tiba hari ini.

Per 19 Agustus 2021, Satuan Tugas Penanganan COVID-19 melaporkan bahwa masyarakat Indonesia yang sudah mendapat vaksin dosis pertama telah mencapai 56.045.931 jiwa.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menargetkan hingga akhir Agustus ini Indonesia telah menyuntikkan 100 juta dosis vaksin. Jokowi juga meminta agar terus melakukan percepatan vaksinasi di seluruh wilayah di Indonesia hingga mampu mencapai target 50 juta suntikan dalam kurun waktu tujuh pekan.

Baca juga: Pemkot Jakbar sosialisasikan vaksin kepada orang tua murid

Baca juga: Satgas: Informasi vaksin picu varian baru Corona adalah hoaks

Baca juga: COVID-19, peran media di antara narasi negatif, provokatif dan hoaks

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Hoaks seputar Vaksin COVID-19 dan yang ber-NIK wajib bayar pajak

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar