Guangzhou (ANTARA News) - Pelari gawang 100 meter putri Indonesia, Dedeh Herawati, gagal menyumbang medali pada Asian Games XVI/2010 setelah finish di urutan keenam pada partai final di Stadion Utama Aoti Guangzhou, Kamis.

Catatan waktu Dedeh Herawati turun tajam menjadi 13,42 detik. Sangat jauh dibandingkan dengan babak penyisihan atau heat kedua dimana pelari asal Jawa Barat berhasil mencatat waktu 13,20 detik sekaligus memecahkan Rekornas atas namanya sendiri 23,23 detik.

"Saya tampil buruk pada final ini, lari saya tidak enak hari ini," kata Dede Herawati seusai lomba.

Sementara itu medali emas nomor lari gawang 100 meter putri diraih atlet Korea Selatan Lee Yeon Kyung dengan catatan waktu 13,3 detik, perak Natalya Ivoniskaya (Khazakstan) 13,24 detik dan perunggu oleh pelari tuan rumah China, Sun Yawai dengan catatan waktu 13,27 detik.

Sekitar 10 menit seusai "start", Dedeh langsung tertinggal oleh rivalnya. Lompatan pertamanya sangat kaku sehingga membuat akselerasinya kurang pas dalam melakukan lompatan berikutnya.

Terlepas dari hasil buruk yang dicapai Dedeh Herawati yang justeru antiklimaks dari penampilannya pada heat pertama dimana mencetak 13,20 detik, penampilan atlet lainnyapun menurun.

Sun Yawei (China) yang pada heat pertama mencatat waktu tercepat 13,15 detik, tak bisa berbuat banyak pada partai yang harus puas dengan medali perunggu.

Demikian halnya catatan waktu Lee Yeon Kyung, juga tidak terlalu bagus dan jauh dari rekor dunia lari gawang 100 meter putri 12,21 detik atas nama Yordanka Donkova (Bulgaria) ataupun Rekor Asia 12,44 detik atas nama Olga Shishigina (Khazakstan).

Terlepas dari hasil buruk yang diraihnya, Dedeh Herawati mengaku terganggu dengan permintaan pelari Thailand Punsoongneun yang meminta dilakukan penundaan "start". Akibatnya pelari asal Negeri Gajah Putih itu dikenai kartu kuning.

"Saya sangat terganggu dengan permintaan penundaan `start` itu, pelari lain juga pasti merasakan yang sama, padahal saat itu kami sudah `on fire`," kata Dedeh.

Sementara itu, Manajer Tim Atletik Indonesia, Budi Darmasidi, mengatakan atletnya sudah berjuang maksimal untuk finish dan meraih medali, namun lawan-lawannya di kelas itu lebih baik dan lebih siap.

"Catatan waktu semua pelari di final itu tidak mencapai catatan waktu terbaik mereka, semuanya menurun, termasuk Dedeh," kata Budi.

Dengan kegagalan Dedeh Herawati, tim atletik Indonesia tinggal menunggu peluang di final nomor 100 meter estafet putra dimana Indonesia akan menurunkan kwartet Fadlin, Suryo Agung, Farel Oktaviandi dan Heri Istianto yang kemungkinan diturunkan untuk menggantikan Franklin Buruni yang cedera.

"Peluang masih ada, meski itu sangat berat di final besok. Mudah-mudahan saja tim yang diturunkan besok bisa bertanding maksimal," kata Budi Darmasidi menambahkan.(*)

(T.S033/Y008/R009)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010