Wamenkes: Vaksinasi lansia masih tertinggal

Wamenkes: Vaksinasi lansia masih tertinggal

Tangkapan layar Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono saat menyampaikan sambutan secara virtual kedatangan vaksin Pfizer yang dipantau dari Jakarta, Kamis (2/9/2021). (ANTARA/Andi Firdaus).

Lebih dari 50 persen kematian di rumah sakit dengan penyakit penyerta
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono mendorong partisipasi seluruh pihak untuk berkontribusi pada percepatan laju vaksinasi COVID-19 pada kelompok sasaran lanjut usia (lansia) yang kini masih tertinggal.

"Sebagai catatan juga, sekaligus imbauan bagi pemerintah dan dinas kesehatan daerah untuk terus mendorong percepatan vaksinasi bagi kelompok masyarakat rentan, terutama lansia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta," kata Dante Saksono Harbuwono saat menyampaikan sambutan secara virtual kedatangan vaksin Pfizer yang dipantau dari Jakarta, Kamis.

Dante mengatakan kasus kematian yang terjadi di rumah sakit sebagian besar dialami kelompok lansia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta, sehingga penting bagi mereka menerima vaksin COVID-19.

"Lebih dari 50 persen kematian di rumah sakit merupakan mereka dengan penyakit penyerta. Jumlah kelompok lansia yang telah menerima vaksin masih sangat rendah. Padahal mereka termasuk kelompok yang paling rentan terpapar," katanya.

Dilansir dari laporan dashboard vaksinasi Kementerian Kesehatan RI pada Kamis siang, laju vaksinasi bagi 21.553.118 kelompok sasaran lansia hingga saat ini baru mencapai 5.311.741 jiwa (24,64 persen)
​​​​​​untuk pemberian dosis pertama dan 3.776.532 jiwa (17,52 persen) penerima dosis kedua.

Sedangkan kelompok sasaran tenaga kesehatan sudah mencapai 112,52 persen dosis pertama dan 104,32 persen untuk dosis kedua dari target sasaran 1.468.764 jiwa.

Baca juga: Wamenkes sebut kecepatan vaksinasi nasional meningkat pesat

Baca juga: Hampir 1,2 juta dosis vaksin Pfizer tiba di Indonesia


Pada kelompok sasaran petugas pelayanan publik sebanyak 17.327.167 jiwa, sekitar 197,4 persen telah menerima dosis pertama dan 111,91 persen dosis kedua.

Pada kelompok masyarakat rentan dan umum sebanyak 141.211.181 jiwa, sekitar 13,83 persen di antaranya telah menerima dosis pertama dan 6,69 persen menerima dosis kedua.

Pada kelompok usia 12 hingga 17 tahun sebanyak 26.705.490 jiwa, sekitar 10,08 persen telah menerima dosis pertama dan 6,73 persen penerima dosis kedua.

Terakhir adalah program vaksinasi Gotong Royong yang dilaporkan sudah mencapai 5,43 persen dosis pertama dan 3,37 persen dosis kedua.

Dante mengajak seluruh komponen masyarakat untuk mendorong percepatan vaksinasi, khususnya bagi lansia agar menjadi salah satu prioritas di daerah.

"Mari kita terus dukung percepatan vaksinasi bagi lansia, kita daftarkan, antar dan temani orang tua, saudara bahkan tetangga kita yang berusia lansia agar dapat mengikuti program vaksinasi demi kesehatan dan keselamatan mereka," katanya.

Baca juga: Persediaan vaksin jadi kunci capaian 100 juta dosis vaksinasi

Baca juga: MUI tegaskan vaksin AstraZeneca hingga Pfizer boleh digunakan


#ingatpesanibu
#sudahvaksintetap3M
#vaksinmelindungikitasemua

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Sri Mulyani optimistis Indonesia siap hadapi varian Omricon

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar