Jakarta (ANTARA News) - PT Bumi Resources Minerals Tbk pada Kamis resmi mencatatkan sahamnya atau listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan melepas saham ke publik sebanyak 3,3 miliar lembar saham.

Perseroan dengan kode saham BRMS itu telah melepas saham dengan harga penawaran sebesar Rp635 per saham.

Total dana yang dihimpun dari hasil pencatatan umum perdana saham (IPO) itu sebesar Rp2,095 triliun. Pada listing perdana, saham BRMS dibuka naik 25,98 persen ke posisi Rp800.

Direktur Keuangan BRMS Yunita Rohali dalam konferensi pers di Jakarta, mengatakan, dana hasil IPO akan digunakan untuk ekspansi perusahaan pertambangan.

"Melalui enam tambang yang dimilikinya, Bumi Minerals akan memproduksi enam komoditas mineral yaitu, emas (gold), tembaga (copper), timbal/timah hitam (lead), seng (zinc), bijih besi (iron ore), dan berlian (diamond), serta mineral berharga lainnya," katanya.

Ia menambahkan, anak usaha BRMS yakni, PT Gorontalo Minerals (Gorontalo), telah mendapat Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan untuk kegiatan eksplorasi dari Departemen Kehutanan yang untuk memulai kegiatan eksplorasinya dan studi kelayakannya.

"Izin Pinjam Pakai tersebut memungkinkan Gorontalo untuk segera dapat memulai kegiatan eksplorasinya di lokasi Cabang Kiri dan Sungai Mak. Gorontalo terletak di Kabupaten Bone Belango, di Propinsi Gorontalo, Sulawesi," ujarnya.

Ia mengatakan, persediaan mineral di Gorontalo sebesar 130 juta ton. Cadangan dengan standar JORC diharapkan dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 24 bulan.

Ia mengatakan, wilayah Kontrak Kerja di Gorontalo mencakup 36.070 hektar areal konsesi yang mana 80 persen dari wilayah tersebut dimiliki oleh BRMS, dan sisa 20 persen dimiliki oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).

Rencananya, lanjut dia, perusahaan akan membangun pabrik konsentrasi tembaga dengan kapasitas 25 juta ton per tahun untuk dapat memproses 0,6 persen tembaga dan 0,6 gram/ton emas.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Relasi Investor perusahaan Herwin Hidayat menambahkan, selain melepas saham, perseroan juga menawarkan waran sebesar 2,200 miliar waran dengan rasio tiga saham mendapatkan satu waran. Harga penawaran waran sebesar Rp700.

Sementara, Direktur Penilaian Perusahaan BEI Eddy Sugito mengharapkan, BRMS menjadi salah satu saham yang diminati investor di pasar saham Indonesia.

Selain itu, lanjut dia, suplai saham baru pada semester kedua ini cukup besar mendorong penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan kembali mencatat rekor tertinggi di level 3.769 pada Rabu (8/12).

Sebagai informasi, saham BRMS tercatat di papan pengembangan BEI. Saham yang dicatatkan di BEI dibagi atas dua papan pencatatan, yakni papan utama dan papan pengembangan, dimana penempatan dari emiten dan calon emiten yang disetujui pencatatannya didasarkan pada pemenuhan persyaratan pencatatan awal pada masing-masing papan pencatatan.

Papan utama ditujukan untuk calon emiten atau emiten yang mempunyai "size" besar dan mempunyai rekam jejak yang baik.
(ZMF/B010)

Pewarta:
Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2010