Jakarta (ANTARA News) - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring mengungkapkan bahwa ada sekitar 3.059 data tentang Indonesia yang dipublikasikan bersama dokumen Amerika Serikat di situs web WikiLeaks.

"Ada 3.059 data tentang Indonesia dalam Wikileaks dan saya ditugaskan Menkopolhukam untuk memonitoring hal itu," kata Tifatul Sembiring usai menghadiri HUT ke-73 Perum ANTARA di Jakarta, Senin.

Menurut Menkominfo, pihaknya masih sedang mengumpulkan data-data tersebut dan baru berhasil membuka beberapa informasi diantaranya karena dirilis tidak sekaligus.

Menurut dia, data-data tentang Indonesia meski jumlahnya tidak terlampau banyak bila dibandingkan dengan seluruh jumlah informasi yang ada dalam Wikileaks tetapi harus tetap dipantau.

"Kami baru berhasil membuka beberapa saja karena dikeluarkan secara `nyicil` oleh mereka (Wikileaks)," kata Menteri Tifatul.

Terdapat sekitar 250.000 jenis data dalam Wikileaks dan yang terkait dengan Indonesia jumlahnya hanya sekitar 3.000 informasi lebih.

Menteri mencontohkan beberapa data yang telah berhasil dibuka oleh pihaknya diantaranya sejumlah informasi tentang bom di hotel JW Marriot, kerusuhan di Papua, dan tentang militer di Indonesia.

"Ada beberapa informasi lain yang belum kita tembus," kata Menteri Tifatul Sembiring.

Sebelumnya Menlu dan Menkominfo telah diperintahkan untuk memantau isi laman WikiLeaks oleh Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Djoko Suyanto.

Beberapa waktu terakhir beredar kabar bahwa WikiLeaks akan membongkar memo-memo dari Kedubes AS yang menyoroti pertahanan di Indonesia, termasuk isu tentang Kopassus yang akan kembali bekerja sama dengan militer AS.

Laman WikiLeaks telah menyebarkan sejumlah dokumen rahasia Amerika Serikat yang terkait hubungan dengan sejumlah negara.

Akibat hal itu, lembaga polisi dunia atau Interpol menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap pendiri laman itu, Julian Assange (39).

Assange yang mantan peretas komputer kini menjadi pusat perhatian dunia setelah WikiLeaks membocorkan ribuan pesan diplomatik rahasia AS di akhir pekan lalu.

Assenge yang lahir di Townsville, Queensland, bersembunyi sejak WikiLeaks secara kontroversial menyebarkan lebih dari 250.000 dokumen rahasia milik Pemerintah AS.

(H016/S026)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2010