Palangka Raya (ANTARA News) - Dedi Arianto Runting, pelajar kelas XI SMAN 5 Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan meraih medali perunggu pada olimpiade astronomi internasional.

"Saya tidak pernah menyangka akan mendapatkan anugerah itu, karena saat diumumkan tidak ada firasat akan menang, meskipun hanya memperoleh perunggu,"katanya di Palangka Raya, Senin.

Dia mengaku menyukai astronomi karena ilmu yang sangat menarik dan berkesempatan mengembangkan ilmu lebih luas lagi, berbeda dengan ilmu lainnya.

"Jadi apa yang kita tahu baik dari fisika, kimia, dan matematika bisa didapat dari astronomi," tuturnya.

Ia berharap mendapat bantuan beasiswa dari Pemerintah Provinsi Kalteng untuk meneruskan studinya di perguruan tinggi.

Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang saat menerima Dedi di ruang kerjanya mengaku bangga Dedi membawa nama Kalteng dalam ajang tersebut.

Ia berpesan agar Dedi tetap rendah hati dan terus belajar serta lebih meningkatkan kemampuan dan prestasi sehingga tidak ketinggalan dengan negera lain.

Ia berjanji akan memperhatikan apa yang menjadi keinginan Dedi melalui Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah.

Marketing Surya Institute, Andre mengatakan Dedi bersama tim Indonesia lain, ikut berlomba dalam ajang Asian Pasific Astronomy Olympiad (APAO) ke-6 di Tolikara, Papua pada 25 November hingga 5 Desember 2010.

"Mereka kami tempa selama kurang lebih 9 bulan," katanya.

Indonesia berhasil meraih 1 medali emas, 2 medali perak, 7  perunggu sekaligus memperoleh tiga predikat best observational dan best host territory, nilai tertinggi dengan predikat best result diraih Korea Selatan.

APAO diikuti sembilan tim dari sembilan negara yakni Indonesia, Rusia, Korea Selatan, Kazakhstan, Cambodia, China, Bangladesh, Nepal dan Kyrgyztan.

Peserta Indonesia terbagi dalam dua tim yaitu tim A dan B serta seluruh peserta terbagi dalam 2 kategori, yaitu yunior tingkat SMP dan senior setingkat SMA.(*)

ANT/H005/AR09

Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2010