Gernas BBI, Aceh berpotensi jadi lumbung ikan nasional

Gernas BBI, Aceh berpotensi jadi lumbung ikan nasional

Gubernur Aceh Nova Iriansyah (dua kiri) bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono saat melihat produk olahan perikanan di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Rabu (8/9/2021). (ANTARA/Khalis)

Kami berharap investasi di sektor industri perikanan ini bisa lebih ditingkatkan, sehingga ekspor perikanan laut Aceh bisa lebih bervariasi dan bernilai tinggi
Banda Aceh (ANTARA) - Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyatakan provinsi paling barat Indonesia itu memiliki kekayaan laut yang melimpah, sehingga apabila dikelola dengan baik maka berpotensi menjadi salah satu lumbung ikan nasional.

“Boleh dikatakan Aceh berpotensi menjadi salah satu lumbung ikan nasional,” kata Nova dalam acara peluncuran Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) Ragam Aceh di Banda Aceh, Rabu.

Nova menjelaskan sumber daya kelautan Indonesia begitu kaya, temasuk di Aceh. Sumber daya kelautan ini adalah potensi besar yang bisa dimanfaatkan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus puncak-puncak pertumbuhan ekonomi nasional.

Aceh salah satu wilayah yang memiliki sumber daya laut yang cukup berlimpah. Hal itu tidak mengherankan, sebab hampir semua wilayah Aceh dikelilingi oleh laut.

“Kami berharap investasi di sektor industri perikanan ini bisa lebih ditingkatkan, sehingga ekspor perikanan laut Aceh bisa lebih bervariasi dan bernilai tinggi,” kata Nova.

Selain itu, kata Nova, Pemprov Aceh juga berterimakasih kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono yang telah memilih Aceh sebagai tempat peluncuran Gernas BBI Ragam Aceh, bertema ikan dan kopi.
Baca juga: Gernas BBI, 32 juta UMKM ditargetkan masuk pasar digital pada 2024
Baca juga: Menko Luhut luncurkan Gernas BBI Ragam Aceh


Menurut dia, Pemprov mendukung penuh kampanye Gernas BBI yang bertujuan untuk memajukan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tersebut, sekaligus percepatan onboarding UMKM sehingga bisa berjualan di pasar daring.

Terkait dengan itu, kata Nova, di Aceh terdapat sekitar 232 unit UMKM yang berbasis pengolahan ikan di bawah naungan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh.

Begitu juga dengan UMKM dan koperasi dalam pengembangan usaha kopi di bawah Dinas Koperasi dan UKM dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh.

“Jadi setiap pengolah produksi lokal ini selalu mendapatkan pengawasan dari lembaga terkait. Dan bersamaan dengan itu juga dilakukan pelatihan onboarding bagi produk lokal ini,” kata Nova.

Melalui onboarding itu, kata dia, diharapkan UMKM Aceh akan mampu meningkatkan kompetensi dan kapasitas usahanya sehingga penjualan produk melalui e-commerce bisa lebih meningkat.

“Peluncuran kampanye gerakan nasional bangga buatan Indonesia kali ini sangat kami harapkan dapat memperkuat peranan UMKM agar semakin siap menghadapi persaingan di era digital,” kata Nova.

Seperti diketahui, Gernas BBI Ragam Aceh merupakan rangkaian lanjutan dari program Gernas BBI yang telah dilakukan sejak 2020 lalu untuk meningkatkan potensi UMKM Indonesia. Gernas BBI Ragam Aceh mengangkat tema Istimewanya Aroma Kuliner Aceh #Pasar Laut Indonesia.

Melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gernas BBI kali ini memperkenalkan UMKM Unggulan KKP dengan tujuan meningkatkan konsumsi ikan dan produk UMKM sektor kelautan.
Baca juga: Gernas BBI diharapkan tingkatkan kontribusi UMKM kelautan-perikanan
 

Pewarta: Khalis Surry
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Aceh optimistis boyong emas di 4 cabang olahraga Peparnas

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar