Pekarangan pangan-lumbung pangan masyarakat jadi upaya tekan stunting

Pekarangan pangan-lumbung pangan masyarakat jadi upaya tekan stunting

Ilustrasi - Petugas dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Garut menjajakan produk pangan saat menggelar Program Pangan Keliling (Pangling) di halaman Kantor Kelurahan Margawati, Kecamatan Garut Kota. ANTARA/HO-Diskominfo Garut/am.

P2L dan LPM ini kami kembangkan dengan tujuan meningkatkan ketersediaan dan akses pangan yang bergizi ...
Jakarta (ANTARA) - Kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dan Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) yang dilakukan oleh Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian didorong untuk menjadi upaya menekan angka stunting di Indonesia.

“P2L dan LPM ini kami kembangkan dengan tujuan meningkatkan ketersediaan dan akses pangan yang bergizi sehingga mendorong penguatan ketahanan pangan dan gizi pada tingkat individu, keluarga, dan masyarakat,” kata Plt. Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Sarwo Edhy dalam keterangannya yang dikutip di Jakarta, Jumat.

Sarwo mengatakan pihaknya terus melakukan berbagai upaya peningkatan produksi pangan, menguatkan cadangan pangan pemerintah dan masyarakat, serta melakukan pengayaan nilai gizi sumber pangan untuk meningkatkan ketersediaan pangan, melaksanakan stabilisasi pasokan dan distribusi pangan serta mendorong peningkatan konsumsi pangan beragam, bergizi seimbang dan aman.

Baca juga: BKKBN ingin menajamkan intervensi dari hulu untuk cegah stunting

Sarwo yang juga Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Infrastruktur Pertanian mengungkapkan salah satu komitmen Kementan dalam mendukung percepatan penurunan stunting melalui kegiatan P2L dan LPM.

Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Sekretariat Wakil Presiden Suprayoga Hadi mengatakan ketahanan pangan dan gizi terkait erat dengan penurunan stunting.

“Kekurangan pangan bergizi pada ibu hamil dan anak merupakan salah satu penyebab utama terjadinya stunting. Oleh karena itu, peningkatan ketahanan pangan dan gizi pada tingkat individu, keluarga dan masyarakat merupakan salah satu pilar utama dalam percepatan penurunan stunting,” katanya.

Baca juga: Pemerintah perlu buat kebijakan stabilisasi harga pangan

P2L dikembangkan dengan mendorong keterlibatan aktif berbagai kelompok masyarakat untuk bertanam di pekarangan, dengan harapan setiap rumah tangga dapat memproduksi bahan pangan yang beragam dan bergizi dan bisa berkontribusi bagi percepatan penurunan stunting.

Kegiatan P2L dan LPM ini menjadi kegiatan di bidang pangan dan gizi dalam matriks Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Karena itu, Sarwo juga menekankan pentingnya pemerintah daerah mereplikasi kegiatan P2L dan LPM ini guna menjaga keberlanjutan ketahanan pangan di daerah,

“Saya berharap kegiatan ini dapat didukung sepenuhnya oleh pemerintah daerah dan semua pihak untuk dapat mereplikasi dan menjaga keberlanjutan kegiatan P2L dan LPM melalui berbagai sumberdaya agar ketahanan pangan dan gizi kita semakin kokoh dan terjaga,” tegasnya.

Suprayoga menambahkan bahwa sinergi berbagai pihak merupakan kunci dalam upaya percepatan penurunan stunting. Menurutnya, pemenuhan target 50 persen keluarga berisiko stunting yang mendapatkan manfaat sumber daya pekarangan untuk peningkatan asupan gizi pada 2024, harus dilakukan melalui kerja sama multi pihak antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa, dan lembaga nonpemerintah.

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kementan nilai Pertanian Keluarga di Pandeglang berhasil

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar