Palembang (ANTARA News) - Kehadiran Liga Primer Indonesia (LPI) sangat merugikan Sriwijaya FC karena klub yang bertanding di Liga Super Indonesia (LSI) banyak yang pindah ke kompetisi baru tersebut, termasuk tim yang pernah berhadapan dengan Laskar Wong Kito.

Dalam kompetisi Liga Super Indonesia lalu Sriwijaya FC pernah menjamu PSM dan meraih kemenangan, namun klub itu pindah bertanding, kata Direktur Sumber Daya Manusia dan Teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri, H. Hendri Zainudin, kepada wartawan di Palembang, Rabu.

Ia mengatakan, dengan mundurnya klub PSM, maka hasil kemenangan dianggap tidak ada yang berarti bagi kesebelasan Sriwijaya FC lantaran kehilangan tiga poin.

"Ini berarti cukup merugikan Sriwijaya FC, termasuk kesebelasan lainnya bila klub yang dihadapi lalu pindah ke LPI, apalagi bila menang," ujar dia.

Oleh karena itu, pihaknya menuntut ganti rugi kepada kesebelasan PSM karena sangat merugikan klub Sriwijaya FC, yang pernah meraih dua gelar juara itu, katanya.

Sriwijaya FC minta ganti rugi senilai Rp140 juta dan penyataan tersebut akan disampaikan kepada PSM melalui Badan Liga Indonesia (BLI), ujarnya.

Ketika ditanya pers mengenai keberadaan LPI sendiri, ia mengatakan, secara resmi setiap pertandingan harus melalui PSSI.

Sepengetahuan pihaknya, LPI itu tidak lagi melalui PSSI sehingga pertandingannya masih dipertanyakan.

Yang jelas, Sriwijaya FC masih akan mengikuti PSSI karena organisasi tersebut yang mewadahi sepak bola termasuk pengaturan pertandingan, katanya.
(T.U005/T009/P003)

Pewarta:
Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2011