Pekanbaru (ANTARA News) - Maskapai Riau Air kembali menghidupkan rute internasional Pekanbaru-Malaka dengan menggunakan pesawat Boeing 737-500 berkapasitas 124 penumpang dari Pekanbaru, Jumat sore.

Penerbangan perdana rute yang pernah ditutup pada Agustus 2010 akibat krisis keuangan itu, diikuti Gubernur Riau Rusli Zainal, Bupati Bengkalis Herliyan Saleh, Ketua DPRD Riau Johar Firdaus, dan jajaran direksi Riau Air.

Penerbangan dari Pekanbaru, Riau, menuju Malaka, Malaysia menggunakan pesawat Boeing 737-500 ditempuh selama 35 menit dengan ketinggian 17.000 kaki di atas permukaan laut.

Rombongan penerbangan perdana Riau Air ke negeri jiran itu disambut Gubernur Malaka Datuk seri Mohamad Ali Bin Mohamad Rustam di tangga pesawat Lapangan Terbang Antarabangsa Malaka, yang tiba pukul 16.00 waktu setempat.

Dalam keterangan kepada pers kedua negara di ruangan VIP bandara setempat, Gubernur Riau menyatakan, Riau Air kembali hadir melayani penerbangan reguler Pekanbaru-Malaka tiga kali dalam sepekan.

"Untuk sementara ini, Riau Air melakukan penerbangan reguler pada Senin, Rabu, dan Jumat. Kami berharap masyarakat serumpun bisa memanfaatkan demi pertumbuhan positif ekonomi dua negara yang bertetangga," jelasnya.

Jika memungkinkan, lanjutnya, maskapai yang mayoritas sahamnya dimiliki Pemerintah Provinsi Riau itu akan membuka jalur penerbangan internasional lain seperti Malaka-Medan, dan Pekanbaru-Malaka-Thailand.

"Rute-rute baru itu mungkin saja untuk dikembangkan, jika kajian ekonomis menguntungkan, dan mengingat Riau Air akan menambah jumlah 10 unit pesawat Fokker hingga akhir 2011," katanya.

Sebelumnya pada Selasa (4/1), Riau Air resmi beroperasi kembali melayani penerbangan komersial yang ditandai dibukanya kembali rute penerbangan Pekanbaru-Tanjung Pinang dan Tanjung Pinang-Natuna.

Direktur Utama Riau Airlines Teguh Triyanto menyatakan, kembali beroperasinya maskapai itu menandai babak baru setelah badai krisis keuangan terus menghantam yang membuat dihentikan operasional perusahaan.

"Awal 2011 merupakan babak baru bagi kami untuk menekuni bisnis transportasi udara setelah kondisi yang tidak menguntungkan terjadi pada tahun lalu," jelasnya.

Terhitung awal September 2010, Riau Air yang dulu bernama Riau Airlines telah menghentikan semua kegiatan bisnis menyusul ditariknya dua pesawat Fokker 50 milik Aero Century akibat utang Rp17 miliar dan belitan krisis keuangan.

Dengan pesawat Boeing 737-500 yang disewa 96 ribu dolar AS dari PT Aero Nusantara Indonesia, Riau Air berencana menghidupkan kembali rute yang pernah ditinggalkan sejalan dengan penambahan pesawat Boeing 737-300.

Secara bertahap, maskapai itu bakal mengoperasikan 10 pesawat hingga akhir tahun 2011, sejalan dengan pemberlakuan Undang-undang No.1 tahun 2009 tentang Penerbangan pada awal 2012. (*)
(T.M046/N002/R009)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011