Bappenas: Data statistik modal penting dalam perencanaan pembangunan

Bappenas: Data statistik modal penting dalam perencanaan pembangunan

Tangkapan layar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa alam Seminar Nasional Hari Statistik Nasional (HSN) 2021 dan Penganugerahan Badan Pusat Statistik (BPS) Awards secara daring di Jakarta, Sabtu (25/9/2021). ANTARA/YouTube BPS Statistics

data adalah bagian terpenting dari setiap upaya penyusunan perencanaan
Jakarta (ANTARA) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengungkapkan data statistik menjadi modal penting dalam perencanaan pembangunan.

"Data teramat penting sebagai, tidak hanya rujukan dalam melakukan analisa, bukan hanya sebagai deretan angka-angka yang menunjukkan perkembangan, tetapi data adalah bagian terpenting dari setiap upaya penyusunan perencanaan," ujar Suharso dalam Seminar Nasional Hari Statistik Nasional (HSN) 2021 dan Penganugerahan Badan Pusat Statistik (BPS) Awards secara daring di Jakarta, Sabtu.

Menurut Kepala Bappenas, dalam kondisi pandemi COVID-19 dan dengan peranannya yang teramat strategis, data sangat diperlukan dalam rangka untuk menyusun upaya-upaya pemerintah terhadap pemulihan ekonomi nasional.

"Satu data Indonesia adalah langkah maju bagi kita dan mudah-mudahan kita dapat membentuk kolaborasi yang menghasilkan data statistik berkualitas dengan semua pihak," katanya.

Baca juga: Mentan: Data statistik penting bagi perencanaan pertanian

Meski demikian, lanjut dia, pemenuhan itu akan meningkatkan daya upaya dalam memaksimalkan kehadiran data untuk kepentingan yang lebih luas.

Untuk itu, Suharso mengucapkan Selamat Hari Statistik Nasional Tahun 2021 dan ia berharap agar semua pihak dapat bersama-sama menghasilkan data yang berkualitas untuk memenuhi kebutuhan pembangunan nasional.

"Dengan statistik berkualitas kita menuju Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh," tambahnya.

Sebelumnya, Suharso Monoarfa juga menyebutkan Satu Data Indonesia (SDI) akan mendukung upaya pemulihan ekonomi dan reformasi sosial dampak COVID-19 pada 2021.

Salah satu alasanya adalah SDI merupakan kebijakan tata kelola pemerintah untuk menghasilkan data akurat, mutakhir, terpadu dan dapat dipertanggungjawabkan serta mudah diakses.

Baca juga: Bappenas : Satu Data Indonesia pijakan transformasi susun kebijakan

Baca juga: Pengamat harapkan adanya integrasi data penerima bansos

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Indonesia rugi Rp551 triliun per tahun akibat sampah makanan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar