PON Papua

Pelatih DKI Jakarta: Pool A bola basket putra PON Papua grup neraka

Pelatih DKI Jakarta: Pool A bola basket putra PON Papua grup neraka

Stadion tertutup (Indoor) di Mimika Sport Complex akan digunakan untuk menggelar pertandingan bola basket pada PON XX Papua, 2-15 Oktober 2021. (ANTARA/Evarianus Supar)

Mimika (ANTARA) - Pelatih tim bola basket putra 5x5 DKI Jakarta Tondi Raja Syailendra menyebut Pool A PON XX Papua sebagai grup neraka lantaran di-isi skuad yang kuat dari empat provinsi lain.

"Semua lawan di grup ini berat," ujar Tondi kepada Antara di Mimika Sport Center, Mimika, Senin.

Tiim DKI Jakarta berada di Pool A bola basket putra 5x5 bersama Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten dan Kalimantan Selatan.

Jawa Barat merupakan juara bola basket putra 5x5 PON 2012 dan PON 2016.

Kemudian, tim bola basket putra Jawa Tengah adalah finalis pada PON edisi 2008 dan 2012. Sedangkan tim Banten dinilai sebagai tim yang serius mempersiapkan diri jelang PON Papua.

Baik Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten memiliki pemain-pemain profesional yang berlaga di Liga Bola Basket Indonesia (IBL).

Baca juga: Tim bola basket 5X5 Kalsel siap buat kejutan di PON XX Papua

Terakhir, ada tim Kalimantan Selatan yang berpotensi membuat kejutan meskipun tidak punya satu pun pemain yang berlaga dalam IBL,

"Tidak mudah memprediksi kekuatan mereka. Yang jelas, semua tim seperti mempunyai kekuatan dua kali lipat kalau berjumpa Jakarta," tutur Tondi.

Meski demikian, Tondi menegaskan kontingen DKI Jakarta tetap menargetkan medali emas dari cabang olahraga bola basket 5x5 putra.

Target emas itu demi menuntaskan dahaga juara PON yang terakhir kali diraih pada 2008.

"Kami mau mengembalikan emas ke ibu kota," kata Tondi.

Pertandingan cabang olahraga bola basket 5x5 putra dan putri akan berlangsung di Mimika Sport Center, Mimika, Papua, mulai Rabu, 29 September 2021

Baca juga: PON Papua ajang cari talenta berbakat basket 3x3

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Dampak ekonomi PON & Peparnas capai Rp1,6 triliun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar