PON Papua

Maizir Riyondra raih emas pertama untuk Riau lewat dayung

Maizir Riyondra raih emas pertama untuk Riau lewat dayung

(Ki-Ka) Peraih medali perak Joko Andriyanto asal Jambi, peraih emas Maizir Riyondra asal Riau, dan peraih medali perunggu Angga Suwandi Putra asal DKI Jakarta berpose di atas podium usai berlaga di final cabang dayung nomor kayak satu 1000 meter putra di Teluk Youtefa, Jayapura, Selasa (28/9/2021). (ANTARA/Shofi Ayudiana)

Jakarta (ANTARA) - Maizir Riyondra meraih emas pertama bagi kontingen Riau dari cabang olahraga dayung di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2021.

Dalam babak final nomor kayak satu 1000 meter putra yang berlangsung di Teluk Youtefa, Jayapura, Selasa, Maizir finis tercepat setelah mencatatkan waktu 3 menit 50,198 detik.

Medali perak direbut oleh Joko Andriyanto dari Jambi dengan waktu 3 menit 52,243 detik, sedangkan medali perunggu diamankan Angga Suwandi Putra yang mewakili kontingen DKI Jakarta dengan catatan 3 menit 54,618 detik.

Baca juga: Kayak single putra Jambi dapat perak
Baca juga: Dayung PON XX diikuti 22 provinsi, rebutkan 40 medali


Maizir yang juga merupakan atlet tim nasional dayung Indonesia menyampaikan bahwa kemenangan tersebut terasa manis terlebih ini merupakan penampilan terakhirnya di ajang PON.

“Pertandingan hari ini sangat luar biasa. Perlawanan semua daerah melakukan pelatihan yang keras dan sama-sama berpacu sampai finis. Alhamdulillah senang sekali karena ini PON terakhir bagi saya,” ujarnya usai laga.

Dayung merupakan salah satu cabang olahraga PON Papua yang dimainkan lebih awal pada 27 September sebelum upacara pembukaan pesta olahraga empat tahunan yang akan digelar pada 2 Oktober.

Cabang dayung diikuti 22 provinsi serta akan memperebutkan 40 emas yang terdiri dari 15 medali emas dari nomor rowing, 16 kano, dan sembilan dari nomor traditional boat race (TBR).

Baca juga: PB PODSI berharap arena dayung dimanfaatkan usai PON
Baca juga: Tim Dayung Papua targetkan lima emas pada PON XX Papua


Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Dampak ekonomi PON & Peparnas capai Rp1,6 triliun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar