Jakarta (ANTARA News) - Moodys Investor Service menaikkan peringkat (rating) Indonesia dan surat utangnya menjadi Ba1 dari sebelumnya Ba2 dengan melihat ketahanan ekonomi Indonesia disertai dengan keseimbangan ekonomi makro yang berkelanjutan.

Vice President-Senior Analyst Sovereign Risk Group Moodys Aninda S Mitra dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta Senin menjelaskan, peningkatan rating Indonesia juga melihat posisi utang pemerintah dan cadangan devisa yang dinilai masih memadai serta membaiknya prospek masuknya investasi asing yang diharapkan dapat memperkuat posisi eksternal Indonesia dan prospek ekonominya.

"Kami menaikkan peringkat kredit karena momentum perekonomian yang diharapkan akan didukung permintaan dalam negeri yang stabil, dengan kecepatan yang wajar dan urutan reformasi kebijakan dan struktural, dan meningkatnya investasi langsung asing. Selain itu, posisi utang negara dan kecukupan cadangan devisa bank sentral berada dalam jalur yang benar," katanya.

Prospek stabil juga diberikan kepada Indonesia karena adanya kebijakan-kebijakan yang mengurangi ketidakpastian, salah satunya dalam hal pengawasan perbankan dan kebijakan manajemen ekonomi yang semakin efektif meski Indonesia sekarang ini menghadapi tantangan inflasi dan spekulatif aliran modal yang masuk.

"Prospek stabil juga mencerminkan kondisi pasar modal serta obligasi negara yang diterbitkan dalam rentang waktu 12-18 bulan, yang perlahan-lahan mengurangi utang pemerintah," katanya.

Deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono mengatakan menyambut baik kenaikan rating ini yang secara umum berarti prospek dan risiko pembiayaan kegiatan ekonomi semakin membaik.

"Ini juga sejalan dengan penilaian BI yang juga mewaspadai berbagai risiko penurunan yang harus ditangani dengan berbagai kebijakan yang telah maupun yang akan dilakukan," katanya.


(ANTARA/S026)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2011