Jakarta (ANTARA News) - Lembaga pemeringkat internasional, Moody`s, merevisi prospek (outlook) sovereign credit rating (peringkat kredit) Indonesia dari stabil menjadi positif.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Hartadi A. Sarwono, dalam siaran persnya yang diterima ANTARA, Senin, mengharapkan momentum positif tersebut dapat terus terjaga dalam upaya pencapaian target investment grade.

Hal lain yang mendukung peningkatan peringkat Indonesia menjadi investment grade antara lain fundamental makroekonomi yang terjaga, rasio utang pemerintah yang terus menurun serta dukungan kebijakan fiskal yang berhati-hati serta kelancaran reformasi struktural.

Moody`s merevisi outlook Indonesia dari stabil ke positif untuk peringkat local and foreign currency sovereign di "Ba2". Revisi juga berlaku untuk "Ba1" foreign currency bond ceiling dan "Ba3" foreign currency deposit ceiling.

Dalam siaran persnya, Moody`s menjelaskan outlook yang positif mencerminkan penguatan ekonomi Indonesia yang terus tumbuh berkelanjutan dengan diimbangi efektifitas kebijakan fiskal dan stabilitas kebijakan moneter serta ekspektasi terhadap perbaikan keuangan pemerintah dan posisi utang.

Direktur Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter (DKM) Bank Indonesia Perry Warjiyo menambahkan, kenaikan peringkat itu akan memudahkan Indonesia masuk dalam kelas investment grade dari Moody`s yang tinggal dua tingkat lagi dari posisi saat ini.

"Kebijakan ekonomi kita kuat, jadi kita layak mendapatkan rating yang baik," katanya.

Perry mengatakan dengan revisi tersebut keyakinan investor akan membaiknya ekonomi Indonesia akan semakin kuat dan arus investasi ke Indonesia baik yang asing maupun domestik juga akan meningkat.

Analis utama Moody`s untuk Indonesia, Aninda Mitra dan Thomas J. Byrne mengatakan kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah besarnya pasar domestik yang dikelola secara tepat dalam kerangka kebijakan ekonomi dan telah teruji dengan baik.

Dua analis Moody`s itu juga menilai ketidakstabilan di beberapa pasar utang Eropa tidak berimplikasi serius terhadap fundamental kredit di Indonesia dan tetap pada tren yang membaik.

(E014/S006/S026)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2010