Makassar (ANTARA News) - Manajemen PSM Makassar mengaku tidak terpengaruh dengan keaslian surat balasan federasi sepak bola internasioanl (FIFA) yang telah diterima PSSI terkait Liga Primer Indonesia (LPI).

Manajer Direktur PSM Makassar yang berada di Jakarta, Selasa, mengatakan, pihaknya melihat itu merupakan sesuatu yang tidak perlu dikhawatirkan. Sebab asli atau tidaknya surat balasan dari FIFA tidak membuat LPI dibubarkan.

"Kita akan jalan terus meski surat itu memang benar. Kita juga tidak takut karena LPI kenyataanya tetap bergulir. Ini tak lepas dari dukungan pemerintah dan seluruh pencinta sepak bola tanah air," kata Husain yang berada di Jakarta untuk membahas sejumlah hal dengan pihak konsorsium LPI.

Mantan wartawan itu menjelaskan, tim Juku Eja-julukan PSM kini lebih memilih untuk fokus mempersiapkan diri menghadapi laga perdana kontra Persema Malang di Stadion Gajayana Malang, Minggu (22/1) mendatang.

Mengenai segala kemungkinan yang bisa saja terjadi, PSM sebagai salah satu klub yang berlaga di kompetisi LPI lebih mempercayakan seluruhnya kepada pihak LPI. Manajemen sendiri dipastikan mendukung penuh upaya pihak konsorsium.

"Kita sudah mendapat sejumlah ancaman sejak PSM keluar dari Liga Super. Artinya persoalan ancam-mengancam tidak akan membuat kami mundur," jelasnya.

Sebelumnya, PSM Makassar memang sempat mempertanyakan keaslian surat ancaman yang yang disampaikan Sekjen PSSI Nugraha Besoes. Manajemen PSM menilai surat yang ditandatangani Sekretaris Jenderal FIFA, Jerome Valcke itu palsu karena tidak ditandatangani dan di stempel.

Sikap ragu sejumlah pihak termasuk PSM itu cukup beralasan mengingat jika surat balasan FIFA kepada PSSI asli, tidak mungkin dikeluarkan tanpa disertai tanda tangan dan stempel resmi. Apalagi FIFA merupakan federasi sepak bola dunia yang memiliki reputasi.

Teka-teki keaslian surat itu akhirnya terjawab setelah Media Departement FIFA memberikan kepastian bahwa federasi sepak bola dunia itu memang telah berkirim surat ke PSSI pada 11 Januari 2011 lalu.(*)
(T.KR-MH/A020/R009)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011