PON Papua

Polda harap tidak terjadi kepadatan di sekitar lokasi pembukaan PON

Polda harap tidak terjadi kepadatan di sekitar lokasi pembukaan PON

Suasana pengaturan lalu lintas menuju Stadium Lukas Enembe, Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, Sabtu (2/10/2021). ANTARA/Hendrina Dian Kandipi/am.

Jayapura (ANTARA) - Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Papua mengharapkan tidak terjadi kepadatan lalu lintas di sekitar Stadion Lukas Enembe yang merupakan tempat berlangsungnya acara pembukaan PON XX 2021.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Papua Kombes Pol Kamal kepada ANTARA di Jayapura, Sabtu, mengatakan pihaknya telah melakukan pengaturan sebaik-baiknya melalui Direktorat Lalu Lintas agar tidak terjadi penumpukan di jalan raya sehingga tidak terjadi kemacetan.

"Kami telah melakukan simulasi lalu lintas, bahkan gladi sebanyak dua kali agar dapat meminimalisir kepadatan di sekitar lokasi tempat berlangsungnya acara pembukaan PON XX Papua," katanya.

Baca juga: Lagu "Torang Bisa" dinyanyikan di penghujung acara pembukaan PON XX

Menurut Kamal, pihaknya akan terus memantau arus lalu lintas dan volume kendaraan dari arah Kota Jayapura ke Kabupaten Jayapura dan sebaliknya.

"Kami akan melihat perkembangan, apakah perlu ada jalur buka tutup atau tidak, yang jelas kami berharap masyarakat dapat menyesuaikan," ujarnya.

Dia menjelaskan semua personel dan rencana pendukung sudah disiagakan dan disiapkan dengan baik sehingga acara pembukaan PON XX di kawasan Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, dapat berjalan lancar.

Baca juga: Rincian tujuh "venue" canggih yang diresmikan Presiden Jokowi

"Kami memohon maaf jika terjadi ketidaknyamanan selama persiapan, pelaksanaan hingga selesainya acara pembukaan," katanya.

Dia menambahkan semua ini dilakukan untuk mencegah timbulnya klaster baru penyebaran COVID-19 sehingga masyarakat diharapkan tetap mengedepankan penerapan protokol kesehatan berupa memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Baca juga: Istora Bangkit bukti pemerintah wujudkan fasilitas canggih di Papua

Pewarta: Hendrina Dian Kandipi
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Dampak ekonomi PON & Peparnas capai Rp1,6 triliun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar