Depok (ANTARA News) - Universitas Indonesia (UI) mengukuhkan dua guru besar yang berasal dari Fakultas Tehnik yaitu Prof Dr Ir Slamet, MT dan Prof Dr Ir Yusuf Latief, MT, di Balai Sidang UI Depok, Rabu.

Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul Rekayasa Nano-Fotokatalis dan Prospek Aplikasinya di Indonesia, Slamet, mengatakan betapa luasnya potensi aplikasi teknologi nano-fotokatalisis diantaranya untuk pemurnian air limbah.

Selain itu juga untuk penyediaan air bersih minum (degradasi dan disinfeksi), purifikasi (dekontaminasi, deodorisasi, dan disinfeksi) udara ruang, rekayasa material swa-bersih, swa-steril, anti kabut, dan anti korosi.

"Teknologi nano-fotokatalisis juga dapat dimanfaatkan untuk membuat berbagai jenis unit peralatan ramah lingkungan seperti Unit Perangkap Nyamuk, Unit Purifikasi dan Deodorisasi Asap Rokok dan Polutan Udara Ruang, Unit Penghasil Air Minum Portable, AC Ramah Lingkungan, dan lainnya," ujarnya.

Fotokatalis sendiri merupakan proses reaksi kimia yang dibantu oleh adanya cahaya dan material katalis. Potensi aplikasi proses nano-fotokatalisis sangat luas menjangkau berbagai aspek kehidupan manusia, baik yang terkait dengan lingkungan, kesehatan, energi, maupun aspek-aspek lain yang mendukung kenyamanan kehidupan manusia di muka bumi.

Sedangkan, Yusuf Latief dalam pidato pengukuhannya memaparkan Daya Saing Cluster Konstruksi Nasional sebagai solusi mengatasi rendahnya daya saing di sektor industri konstruksi nasional.

Ia mengatakan penyebab dari rendahnya daya saing sektor industri konstruksi nasional kita adalah akibat penerapan desain strategi dan kebijakan pengembangan sektor industri konstruksi tidak menggunakan cara pandang cluster, akan tetapi masih didasarkan pada cara pandang sektoral.

Menurut dia, cara pandang cluster tidak hanya melihat sektor yang menjadi obyek pengembangan, namun juga melihat sektor-sektor lainnya yang terkait. Selain itu cara pandang cluster juga berorientasi pada daya saing dari sektor yang dikembangkan.

Yusuf mengatakan secara alami cluster konstruksi nasional memiliki struktur anatomi yang dinamis dimana perubahan-perubahan yang terjadi pada cluster tersebut menggambarkan perubahan dari kegiatan perekonomian yang ada pada cluster konstruksi nasional.

Perubahan kegiatan perekonomian pada cluster tersebut disebabkan oleh perilaku dari para pelaku yang terlibat didalamnya, dan dipengaruhi oleh aturan atau kebijakan yang berlaku.

Selanjutnya untuk dapat meningkatkan daya saing cluster konstruksi nasional, maka diperlukan upaya terobosan untuk memperbaiki dan melakukan berbagai inovasi kondisi yang mempengaruhinya, sehingga produktifitas cluster konstruksi nasional meningkat sesuai dengan visi dan misi pengembangan industri konstruksi Indonesia di masa mendatang.

(F006/B013/S026)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2011