PON Papua

NTB ukir sejarah dengan emas roadrace modifikasi beregu PON Papua

NTB ukir sejarah dengan emas roadrace modifikasi beregu PON Papua

Dua pebalap motor asal Sumatera Barat mengalami insiden jatuh di kelas modifikasi beregu PON Papua XX di Sirkuit Tanah Miring. ANTARA/Mario Sofia Nasution.

Merauke (ANTARA) - Nusa Tenggara Barat mengukir sejarah dengan merebut medali emas cabang olahraga bermotor PON Papua di kelas standar beregu yang digelar di Sirkuit Tanah Miring, Merauke, Rabu.

Duet Aldias Aqsal Ismaya dan Nyoman Rajendra Shanti Pala finis P3 dan P11 demi mengumpulkan akumulasi poin terkecil di lomba untuk pebalap 10-20 tahun itu.

Di nomor beregu, masing-masing tim diwakili oleh dua pebalap. Pebalap yang finis pertama akan mendapat satu poin, runner-up mendapat dua poin dan seterusnya.

Urutan peringkat di kelas beregu ditentukan oleh jumlah poin terkecil dari kedua pebalap yang dimiliki tim.

"Alhamdulillah kami dapat emas. Dua tahun ini kami sudah latihan cukup keras," kata Rajendra.

Sementara Aldias menambahkan bahwa strategi memainkan peran penting di kelas beregu yang tidak hanya asal menang.

"Dari awal kami terapkan tidak usah lepas dari rombongan deoan, tapi dalam keadaan tertentu tadi Rajendra lepas dari rombongan depan jadi saya harus menekan ke depan," kata Aldias.

Papua Barat berhak membawa pulang medali perak setelah Ilham Elsan Efendi dan Muhammad Faerozi Tareqotullah finis P5 dan P10.

Sedangkan tim tuan rumah harus puas dengan perunggu meskipun salah satu pebalap mereka yaitu Fahmi Basam dominan sejak start dari pole hingga finis pertama.

Akan tetapi, nasib sial dialami tandemnya, yaitu Muhammad Nicky Hayden, yang setelah start P7 terlibat senggolan dengan pebalap lain hingga terjatuh.

Pebalap kelahiran Yogyakarta itu bangkit dan harus berjuang dari P24 hingga finis P15.

Pelatih tim roadrace Papua M. Fadli Imammudin menyangkan insiden yang menimpa salah satu pebalapnya sehingga membuang kesempatan emas menjadi juara kelas tersebut.

"Memang kejadian tidak bisa diprediksi saat lomba,' kata Fadli yang juga atlet para-sepeda itu

"Di kelas standar kami memang sangat mengharapkan medali emas karena kualifikasinya sangat bagus.

"Tapi segala macam kejadian biss terjadi di balapan ini.

"Pebalap pertama sudah menjalankan tugas dengan baik tapi pebalap kedua ada sedikit masalah saat balapan."

Meski gagal mengamankan emas di kelas standard beregu, tim Papua melakukan selebrasi setelah Boy Arby Febri dan Gupita Kresna mempersembahkan emas pertama road race bagi tuan rumah di kelas modifikasi beregu, yang diikuti pebalap berusia 20 tahun ke atas.

Baca juga: Jadwal road race PON Papua: tuan rumah amankan pole dua kelas
Baca juga: Emas road race modifikasi beregu PON Papua milik tuan rumah




 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Dampak ekonomi PON & Peparnas capai Rp1,6 triliun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar