PON Papua

34 atlet ikuti eksibisi modern pentathlon PON Papua

34 atlet ikuti eksibisi modern pentathlon PON Papua

Ketua Umum Modern Pentahlon Indonesia (MPI) Anthony C. Soenarjo mengikuti diskusi daring yang diadakan oleh Media Center Jakarta, Kamis (7/10/2021). ANTARA/Sihol Hasugian

Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 34 atlet cabang olahraga eksibisi modern pentathlon siap berlaga di Pekan Olahraga Nasiona (PON) Papua pada 8-9 Oktober 2021 di Yonif 751 Sentani, Kabupaten Jayapura.

Sekretaris Jenderal Modern Pentahlon Indonesia (MPI) sekaligus Manajer kompetisi MPI untuk ekshibisi PON XX, Castor J Tindage mengatakan, para atlet tersebut berasal dari delapan provinsi.

“Untuk peserta yang akan mengikuti terdiri dari delapan provinsi dengan 34 atlet putra dan putri dan saat ini mereka sedang mempersiapkan diri untuk babak uji arena dan semua sudah siap di tempat,” kata Castor J Tindage dalam diskusi daring yang diadakan oleh Media Center Jakarta, Kamis.

Adapun ke delapan provinsi tersebut adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Selatan, Papua dan Riau.

Modern pentathlon merupakan gabungan dari lima disiplin dalam cabang olahraga yakni renang, anggar, berkuda, menembak dan berlari. Meskipun ada lima disiplin olahraga, namun di PON Papua ini, hanya tiga disiplin olahraga yang dimainkan.

Baca juga: Panjat tebing DKI raih satu perunggu dari nomor 'Speed Relay' Putra
Baca juga: Basket putra DKI injak final pertama setelah 13 tahun pada PON Papua


Ada enam nomor yang akan memperebutkan enam set medali emas, yakni triathle putra putri, laser run putra putri, mix relay triathle dan mix relay laser run.

"Saat ini kami sedang menyiapkan venue pertandingan, dan telah selesai technical meeting. Sehari sebelum eksibisi dimulai venue akan di uji coba lapangan oleh para peserta untuk tiga disiplin cabor (renang, lari, dan menembak). Sementara disiplin cabor berkuda dan menembak tidak diperlombakan,” kata dia.

Ketua Umum MPI, Anthony C Soenarjo mengatakan. dalam eksibisi ini para atlet yang diizinkan untuk bertanding adalah atlet muda atau level dua.

“Kami hanya mengizinkan atlet-atlet baru level dua, para atlet yang sudah mendapatkan medali di Sea Games yang lalu tidak diperkenankan ikut. Jadi hanya atlet yang berada di level dua,” kata dia.

Seonarjo mengatakan olahraga ini pun menjadi salah satu cabang olahraga outdoor yang membutuhkan ketahanan fisik.

Pewarta: Sihol Mulatua Hasugian
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Dampak ekonomi PON & Peparnas capai Rp1,6 triliun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar