PON Papua

Nabila Evandestiera bahagia bisa lebihi target emas untuk DKI

Nabila Evandestiera bahagia bisa lebihi target emas untuk DKI

Nabila Evandestiera (kiri) yang menyumbangkan tiga medali emas untuk DKI Jakarta dari senam ritmik bersama dengan pelatihnya Negaka Jauhari di Istora Papua Bangkit, Jayapura, Jumat (8/10/2021). (ANTARA/Livia Kristianti)

Jayapura (ANTARA) - Pesenam Nabila Evandestiera mengaku bahagia bisa menyumbang medali emas untuk kontingen DKI Jakarta melebihi target yang diincarnya pada perhelatan PON XX Papua.

Nabila juga berhasil mencapai tujuannya untuk menutup dengan cantik masa partisipasi aktifnya sebagai atlet di laga multievent nasional empat tahunan itu.

"Alhamdulillah memenuhi target pencapaian dua emas untuk DKI, tapi ternyata kita dikasih tiga (emas)," kata pesenam yang akrab disapa Bela itu saat ditemui seusai upacara penghormatan pemenang di Istora Papua Bangkit, Jayapura, Jumat.

Pada PON XX Papua, Nabila Evandestiera menjadi atlet senam ritmik paling sukses dengan menggondol tiga medali emas, masing-masing dari nomor serba bisa perorangan, nomor simpai, dan nomor gada.

Bela telah memutuskan pensiun dari ajang PON setelah tiga kali membela kontingen DKI Jakarta, yakni pada PON 2021 Riau, 2016 (Jawa Barat), dan terakhir Papua. Ia merasa sudah cukup mendapatkan pengalaman berharga selama berkompetisi di arena PON.

Meski pensiun dari PON, Bela kini tetap fokus bisa berkompetisi di SEA Games Vietnam yang hingga kini belum diputuskan waktu pelaksanaannya.

Pelatih tim senam DKI Jakarta Negaka Jauhari membenarkan bahwa Bela akan fokus untuk persiapan SEA Games setelah memutuskan pensiun di ajang nasional.

"Bela masih tetap membela Indonesia untuk senam ritmik, tapi di kategori grup. Nah, kalau di SEA Games kepilih lagi, ya insya-Allah kita tetap jalani itu," katanya.

Selain Nabila, tim senam DKI Jakarta juga memperoleh medali perak dan perunggu senam ritmik melalui Carla Febri Florentia di nomor bola dan nomor pita.

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Dampak ekonomi PON & Peparnas capai Rp1,6 triliun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar