PMI luncurkan Program Nasional Sentra Vaksinasi COVID-19

PMI luncurkan Program Nasional Sentra Vaksinasi COVID-19

Ketua Bidang Kesehatan dan Sosial Pengurus Pusat Palang Merah Indonesia (PMI), Prof Dr dr Fachmi Idris, menjadi salah satu pembicara pada webinar "Akselerasi Program Vaksinasi untuk Indonesia Sehat, Indonesia Tangguh", Kamis (7/10/2021). (ANTARA/Tangkapan Layar/Riza Harahap)

Kota Bogor (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) siap meluncurkan Program Nasional Sentra Vaksinasi COVID-19 PMI yang dipusatkan di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, pada Sabtu (9/10).

Ketua Bidang Kesehatan dan Sosial PMI Fachmi Idris pada webinar yang diikuti dari Kota Bogor, Jumat mengatakan Program Nasional Sentra Vaksinasi COVID-19 PMI tersebut dijadwalkan diluncurkan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat PMI Jusuf Kalla.

Menurut Fachmi Idris, melalui program nasional tersebut, PMI siap mengalokasikan dua juta dosis vaksin yang didistribusikan di 30 provinsi di Indonesia.

"PMI sudah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan untuk membantu percepatan pelaksanaan vaksinasi massal COVID-19," katanya.

Menteri Kesehatan, kata dia, telah menyetujui untuk mengalokasikan dua juta dosis vaksin melalui PMI untuk percepatan pelaksanaan vaksinasi. PMI akan mendistribusikannya ke 30 provinsi.

"Data 30 provinsi itu sudah disampaikan ke Kementerian Kesehatan. Di setiap provinsi sudah ada kabupatan dan kota penerimanya, dan di setiap kabupaten dan kota, sudah ada titik-titik distribusinya," katanya.

Menurut Fachmi, untuk tahap pertama, Kementerian Kesehatan telah mendistribusikan 422.750 dosis pada pekan ketiga September 2021. Sasarannya adalah wilayah aglomerasi Pulau Jawa dan Bali, ditambah dengan Provinsi Aceh, Lampung, Sumatera Barat dan Kalimantan Barat," katanya.

Fachmi menjelaskan, PMI yang memiliki tugas dan fungsi pelayanan sosial kesehatan, didorong oleh ketua umumnya, Jusuf Kalla untuk bergerak membantu percepatan pelaksanaan vaksinasi secara nasional. Sasaranya untuk menumbuhkan kekebalan komunal yang dampaknya menurunkan kasus COVID-19.

Keinginan PMI tersebut, kata dia, disambut baik oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, yang menyetujui alokasi dua juta vaksin.

"Namun, Menkes menyampaikan permintaan agar PMI menyiapkan tenaga juru vaksin yang bukan berasal dari tenaga kesehatan, yang selama pandemi COVID-19 sudah sangat sibuk," katanya.

PMI, menurut dia, kemudian menyiapkan tenaga relawan yang berlatar belakang tenaga kesehatan, dengan dibekali training khusus dan diberikan sertifikat dari dinas kesehatan setempat untuk menjadi juru vaksin. "Program training juru vaksin itu sudah dilaksanakan sejak awal September lalu," katanya.

Pewarta: Riza Harahap
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

PMI Aceh Utara siasati persediaan darah saat pandemi dan vaksinasi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar