Tunis (ANTARA News/AFP) - Para pengunjuk rasa di Tunisia membakar kantor polisi di tengah-tengah bentrokan pada Minggu di Kef, kota di bagian baratlaut negara itu, tempat empat orang tewas sehari sebelumnya dan tentara telah dikerahkan, menurut laporan media dan saksi mata.

"Terjadi kepanikan di kota itu. Gedung pasukan keamanan dibakar," kata Raouf Hadaoui, aktivis serikat buruh kepada AFP lewat telefon.

Beberapa kelompok pemuda menyerang dan merusak kantor polisi sebelum membakarnya, kata Hadaoui.

Ia menuding mereka "telah dibayar oleh RCD (bekas partai berkuasa) untuk melakukan aksi itu."

Menurut dia, sejumlah mobil polisi telah dibakar dan kebakaran bisa meluas ke rumah-rumah penduduk di sekitarnya.

"Tentara telah dikerahkan di sekitar kota itu," tambahnya.

Kantor berita Tunisia TAP melaporkan para pengunjuk rasa mengambil dokumen dan peralatan dari kantor polisi itu sebelum membakarnya.

Empat orang tewas dalam bentrokan antara pemrotes dan polisi di kota itu pada Sabtu, menurut para aktivis serikat pekerja dan saksi mata.

Ratusan demonstran telah menyeru kepala kepolisian kota itu, Khaled Ghazouani, dipecat karena menyalahgunakan kekuasaan, TAP melaporkan.

Aksi unjuk rasa dipicu oleh Ghazouani yang menampar salah seorang pengunjuk rasa dan kerumunan massa berusaha merangsek ke kantor polisi itu lalu membakarnya.

Polisi melepaskan tembakan, menewaskan dua demonstran, yang berusia 19 dan 36 tahun, dan mencederai tiga lainnya, kata sumber-sumber serikat pekerja dan Kementerian Dalam Negeri.

Dua di antara mereka yang luka-luka berat kemudian meninggal, kata para aktivis serikat pekerja dan seorang penduduk setempat Sabtu malam. (M016/K004)

Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2011