PON Papua

Persatuan layar Indonesia rancang strategi jaring atlet baru

Persatuan layar Indonesia rancang strategi jaring atlet baru

Sejumlah atlet layar memacu perahunya saat mengikuti pertandingan nomor layar Int 420 putri PON Papua di perairan Pantai Hamadi, Jayapura, Papua, Minggu (10/10/2021). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/tom.

Jayapura (ANTARA) - Pengurus Besar Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (PB Porlasi) tengah merancang strategi untuk menggaet calon atlet-atlet baru di tengah sulitnya regenerasi imbas kurangnya minat masyarakat menekuni olahraga itu.

"Layar ini potensinya besar sekali tapi keinginan dari warga, dari kita semua, melihat kondisi panas di laut memberi tantangan tersendiri. Suntikan-suntikan untuk merangsang itu butuh berbagai cara. Dari tahun ke tahun untuk mencari bibit sangat sulit," ujar Sekjen PB Porlasi Dodik Pujiargo di Pantai Hamadi, Kota Jayapura, Senin.

Menurutnya, PB Porlasi Pusat dan pengurus provinsi harus rembug mencari formula ideal agar anak muda, utamanya yang tinggal di pesisir pantai, memiliki minat untuk menjadi atlet profesional.

Ia mencontohkan Pengprov Porlasi Kalimantan Timur telah menemukan formulasi untuk mencari bibit-bibit baru. Mereka memberikan subsidi bagi warga pesisir yang mau jadi atlet dengan memberikan uang sekolah.

"Nah yang seperti itu tidak mudah, tapi apapun caranya bahwa untuk mencari bibit atlet itu harus cinta laut suka berenang di laut. Kita bisa tarik jadi atlet," kata dia.

Agar regenerasi bisa terus berlanjut dan olahraga layar bisa populer di masyarakat, keterbukaan dan kemudahan akses bisa menjadi salah satu cara alternatif menggaet minat pemuda.

"Pengprov juga harus terbuka terhadap media, memberikan informasi secara berkala soal layar di daerahnya. Jika banyak terekspos maka layar sedikit demi sedikit akan populer di masyarakat, seperti selam," katanya.

Cara lainnya, kata dia, Pengprov Porlasi juga bisa menyediakan layar bagi para wisatawan atau warga di sekitar pantai dengan skema penyewaan. Jika minat sudah muncul maka tidak akan sulit untuk menjaring calon atlet.

"Simulasikan layar ini milik bersama walaupun prosesnya menyewa. Di luar negeri layar tidak high cost. Nah di kita ada tax saat membeli atau mendatangkan (layar) dari luar negeri, itu juga menjadi problem buat kita," katanya menambahkan.

Baca juga: Dua atlet layar DKI Jakarta tampil dominan pada hari kedua lomba
Baca juga: Kaltim kuasai dua nomor layar putri perlombaan hari kedua
Baca juga: Atlet DKI, Jatim dan Kaltim memimpin hari pertama layar putri

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Duo pelayar Kaltim rebut medali emas PON Papua

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar