Jakarta (ANTARA News) - Emiten pendatang baru, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), sahamnya teraktif dalam perdagangan Jumat di Bursa Efek Indonesia, namun bergerak melemah dari harga penawarannya yang ditetapkan Rp750 per lembarnya.

Analis Batavia Prosperindo Billy Budiman menilai bahwa pelemahan saham GIAA karena faktor harga penawarannya yang terlalu tinggi, Rp750 per lembar, sementara situasi pasar juga sedang kurang bagus.

"Kondisi pasar saham saat ini sedang fluktuatif, ditambah faktor akhir pekan," katanya.

Saham GIAA pada hari ini bergerak pada frekuensi transaksi sebanyak 10.166 kali dengan volume perdagangan 583 juta lembar saham, senilai Rp363,591 miliar.

Tercatat saham-saham teraktif lainnya yakni, PT Pudjiadi Prestige Limited (PUDP), PT Perusahaan Gas Negara (PGAS), PT Betonjaya Manunggal (BTON), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI).

Selain itu, PT Bumi Resources (BUMI), PT Bank Mandiri (BMRI), PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN), PT Astra Internatioal (ASII), PT Indo Tambangraya Megah (ITMG).

Menurut data perdagangan beberapa saham aktif lainnya seperti BTON naik Rp70 ke Rp365, BBRI naik Rp50 ke Rp4.600, BUMI naik Rp125 ke Rp2.725, CPIN naik Rp30 ke Rp1.530, ASII naik Rp150 ke Rp48.400.

Saham GIAA turun Rp130 ke Rp620, PUDP turun Rp110 ke Rp440, PGAS turun Rp125 ke Rp3.825, BMRI turun Rp50 ke Rp4.600, ITMG turun Rp400 ke Rp44.250.

Pada perdagangan hari ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 18,12 poin (0,54 persen) ke posisi 3.391,77. Dengan volume saham yang diperdagangkan mencapai 2,495 miliar dengan total nilai Rp3,833 triliun dari 100.072 kali transaksi.

(KR-ZMF/B012/S026)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2011