Peparnas

Leani Ratri nilai kebijakan Peparnas Papua baik untuk regenerasi atlet

Leani Ratri nilai kebijakan Peparnas Papua baik untuk regenerasi atlet

Tangkapan layar Leani Ratri Oktila dalam diskusi Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema Kawal Kesiapan Peparnas, Senin (18/10/2021). ANTARA/Muhammad Ramdan

Jakarta (ANTARA) - Atlet para-bulu tangkis Indonesia Leani Ratri Oktila menilai kebijakan pembatasan atlet elite yang turun dalam gelaran Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua baik untuk regenerasi atlet.

Dalam pesta olahraga terbesar untuk atlet disabilitas tersebut, atlet yang pernah turun di ajang internasional itu hanya diperbolehkan turun pada satu nomor pertandingan.

"Menarik sekali karena kebijakan atau peraturan dari NPC Indonesia ini menurut saya yang membangun regenerasi," ujar Ratri dalam diskusi Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema Kawal Kesiapan Peparnas, Senin.

Ratri pun telah melakukan berbagai persiapan untuk membela Provinsi Riau pada nomor tunggal putri para-bulu tangkis di Peparnas Papua nanti.

"Setelah Paralimpiade Tokyo, saya langsung menyiapkan diri lagi, dan semoga bisa memberikan yang terbaik untuk Riau," kata Ratri yang juga menyebut Peparnas Papua dapat memberikan semangat dan harapan baru kepada atlet disabilitas.

Baca juga: Papua pastikan siap jadi tuan rumah Peparnas XVI 

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Komite Paralimpiade Nasional (NPC) Indonesia Senny Marbun mengungkapkan kebijakan pembatasan atlet yang turun di Peparnas Papua adalah bagian dari pencarian bibit atlet potensial.

"Peraturan di Peparnas Papua sangat sederhana, atlet yang telah melanglang buana di kejuaraan internasional hanya boleh satu, ikut satu nomor pertandingan," kata Senny.

"Peparnas Papua ini untuk mencari bibit potensial dan menjaga regenerasi, karena ke depan akan ada ajang besar lainnya, seperti Asian Para Games," tambahnya.

Senny pun berharap semua atlet dari setiap daerah dapat menampilkan yang terbaik, sehingga mereka bisa mengharumkan nama bangsa dan negara di ajang internasional.

Baca juga: Risma pastikan penyandang disabilitas PEPARNAS ikuti vaksinasi 

Lebih lanjut, ia menuturkan jika mencari atlet disabilitas potensial tidak mudah. Terlebih, masih ada sejumlah daerah yang belum memberikan perhatian maksimal.

"Saya berharap gubernur di setiap daerah bisa memperhatikan atlet disabilitas," harap Senny.

Peparnas Papua dijadwalkan bergulir di dua tempat, yakni Kota dan Kabupaten Jayapura pada 2-15 November 2021.

Sebanyak 1.935 atlet dari 33 provinsi di Tanah Air bakal berpartisipasi di 12 cabang olahraga yang dipertandingkan, mulai dari angkat berat, atletik, boccia, bulu tangkis, catur, judo, menembak, panahan, renang, sepak bola CP, tenis lapangan kursi roda dan tenis meja. 

Baca juga: Pengenalan sponsor PB Peparnas XVI sediakan kuliner gratis khas Papua 
Baca juga: Menhub pastikan kesiapan sarana transportasi pendukung PON XX di Papua 

 

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Rr. Cornea Khairany
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Inilah cita-cita peraih dua medali emas Paralimpiade Tokyo

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar