Saham Jepang ditutup naik, Indeks Nikkei menguat 0,65 persen

Saham Jepang ditutup naik, Indeks Nikkei menguat 0,65 persen

Ilustrasi: Warga memakai masker pelindung, ditengah wabah penyakit virus corona (COVID-19), melewati layar yang menunjukkan indeks saham Nikkei diluar bursa saham di Tokyo, Jepang. ANTARA FOTO/REUTERS/Kim Kyung-Hoon/NZ/djo/am.

Tokyo (ANTARA) - Saham-saham Jepang ditutup lebih tinggi pada perdagangan Selasa, didorong oleh saham teknologi kelas berat yang mengikuti kenaikan Nasdaq, bahkan ketika kekhawatiran muncul menjelang musim laporan keuangan domestik yang dimulai minggu depan.

Indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) berakhir naik 0,65 persen atau 190,06 poin menjadi 29.215,52 poin, sedangkan Indeks Topix yang lebih luas bertambah 0,36 persen atau 7,34 poin menjadi 2.026,57 poin setelah sempat berubah negatif di awal sesi.

“Investor sedang menunggu hasil dan perkiraan perusahaan. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi prospek, seperti pelemahan yen dan kenaikan harga minyak,” kata Kepala Strategi Pasar Sumitomo Mitsui DS Asset Management, Masahiro Ichikawa.

"Juga investor menjual saham-saham berkategori murah (value stocks) karena suku bunga AS dan Jepang turun di awal jam perdagangan Asia, itulah sebabnya bank dan pembuat mobil melemah,” katanya, mengacu pada imbal hasil obligasi pemerintah Jepang dan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Baca juga: Saham Jepang dilanda ambil untung, Nikkei ditutup turun 0,15 persen

Semalam, indeks Nasdaq dan S&P 500 ditutup lebih tinggi di tengah kenaikan teknologi mega-cap AS dan saham-saham pertumbuhan ternama lainnya, sementara Dow turun tipis.

Pembuat peralatan pembuat chip Tokyo Electron terangkat 1,86 persen, investor usaha rintisan teknologi global SoftBank Group melonjak 3,06 persen dan pembuat robot Fanuc naik 1,61 persen.

Toyota Motor memberikan tekanan paling besar pada Indeks Topix dengan penurunan 0,49 persen, sementara Mitsubishi UFJ Financial Group tergelincir 0,77 persen.

Perusahaan jasa pengiriman naik paling banyak di antara 33 sub-indeks industri bursa dengan lonjakan 7,07 persen. Kawasaki Kisen melambung 8,57 persen dan Nippon Yusen melonjak 7,43 persen.

Perusahaan eksplorasi minyak membukukan kerugian terbesar di antara sektor-sektor karena harga minyak mentah anjlok 3,78 persen. Inpex turun 3,86 persen dan Japan Petroleum Exploration kehilangan 5,1 persen.

Baca juga: Saham Australia ditutup melemah, Indeks ASX 200 merosot 0,08 persen

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar