counter

SGS Tanpa Taufik Sukses Permalukan Suryanaga

SGS Tanpa Taufik Sukses Permalukan Suryanaga

Turnamen Djarum Superliga Badminton Indonesia 2011. (FOTO ANTARA/Puspa Perwitasari)

Surabaya (ANTARA News) - Tim putra SGS PLN Bandung sukses mempermalukan tuan rumah sekaligus juara bertahan Jaya Raya Suryanaga Surabaya 3-2 pada Superliga Badminton Indonesia 2011, Selasa malam, kendati tidak diperkuat Taufik Hidayat.

Absennya pebulu tangkis terbaik Indonesia itu sebenarnya cukup menguntungkan kubu Suryanaga, tetapi sang juara bertahan justru gagal memanfaatkan kesempatan tersebut.

SGS sempat tertinggal lebih dulu ketika Alamsyah Yunus yang menggantikan tempat Taufik Hidayat sebagai tunggal pertama, harus menyerah 10-21, 16-21 dari pemain Hong Kong, Hu Yun.

Namun, tim asal Bandung itu langsung membalas dengan memenangi tiga partai berikutnya, masing-masing melalui pasangan Hendry Kurniawan Saputra/Chayut Tryachart yang mengalahkan Alvent Yulianto/Rian Agung Saputra dengan skor 22-20, 21-10.

Mantan pemain Pelatnas Tommy Sugiarto menyumbang angka kedua setelah menang mudah 21-9, 21-13 atas Chan Yan Kit, kemudian pasangan Flandi Limpele/Hendra AG memastikan kemenangan SGS dengan menundukkan Trikusuma Wardhana/Hendra SN 21-14, 21-13.

Tuan rumah Suryanaga memperkecil skor melalui Fauzi Adnan yang menang cepat 21-8, 21-8 atas Haryawan.

"Kami tidak menyangka Chan Yan Kit bisa kalah begitu mudah dari Tommy. Kalau dia bisa menang, tentu ceritanya akan lain. Tapi, itulah pertandingan, selalu ada yang menang dan kalah," ujar manajer Suryanaga, Wijanarko Adimulya.

Tommy Sugiarto yang ditemui usai pertandingan juga mengaku kaget bisa menang mudah atas Chan Yan Kit, padahal sebelumnya sudah memprediksi akan bermain cukup ketat.

"Saya main lepas saja dan berusaha terus menekan dia agar tidak berkembang permainannya," ujar anak mantan juara dunia Icuk Sugiarto itu.

Dengan hasil ini, SGS Bandung mengambil alih posisi puncak klasemen sementara dengan tidak terkalahkan dalam tiga pertandingan dan memperbesar peluang menembus babak final.

Sementara itu pada pertandingan lainnya, tim putra Djarum Kudus bangkit dari keterpurukan dengan memukul perlawanan Mutiara Bandung 4-1.

Namun, kemenangan itu tidak diikuti tim putri Djarum yang pada saat bersamaan ditaklukkan Jaya Raya Jakarta dengan skor tipis 2-3.(*)

(T.D010/I015/)

Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2011

Semarak turnamen Indonesia Open 2019 di Istora

Komentar