Kementerian BUMN pacu peningkatan ekonomi keluarga di Banyuasin

Kementerian BUMN pacu peningkatan ekonomi keluarga di Banyuasin

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga berbincang dengan nasabah PNM Mekaar di Desa Mainan, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (28/10/2021). (ANTARA/HO-Kementerian BUMN)

Palembang (ANTARA) - Kementerian BUMN memacu peningkatan ekonomi keluarga di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, melalui program pinjaman modal tanpa agunan PNM Mekaar.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga di Desa Mainan, Banyuasin, Kamis (28/10), mengatakan ibu-ibu di Kabupaten Banyuasin diberikan bantuan modal tanpa agunan untuk berwirausaha sehingga mereka bisa membantu pemenuhan kebutuhan keuangan keluarga.

Dalam hal ini, Kementerian BUMN bukan hanya memberikan bantuan modal usaha tetapi juga pelatihan kepada ibu-ibu nasabah PNM Mekaar ini agar usahanya berkembang dan tahan banting.

Bahkan, bagi ibu-ibu yang belum memiliki usaha pun dapat mengakses pinjaman PNM Mekaar ini asalkan bersedia mengikuti pelatihan kewirausahaan terlebih dahulu.

“Melalui pelatihan itu diharapkan muncul ide mau berusaha apa. Setelah itu, baru dikasih modal sama PNM,” kata Arya.

Program PNM Mekaar dalam kurun waktu satu tahun sudah membantu 10 juta lebih nasabah atau melampaui target yang sebelumnya hanya tiga tahun. Capaian ini terbilang fantastis karena pada 2019, masih tercatat 5,8 juta nasabah.

Baca juga: Kementerian BUMN bagikan bantuan modal tanpa agunan di OKU Selatan

PNM Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (PNM Mekaar) merupakan layanan permodalan berbasis kelompok yang diperuntukkan perempuan prasejahtera yang ingin menjadi pelaku usaha.

Hernelis, nasabah PNM Mekaar di Banyuasin, mengaku bergabung dengan PNM Mekaar pada tahun ini untuk mendapatkan modal usaha berdagang sosis goreng.

Ia mengaku mendapatkan pinjaman modal Rp2 juta dan saat ini usahanya terus berkembang sehingga masuk dalam program Mekaar Plus yang bisa mengakses modal Rp7 juta.

"Awalnya cuma dagang sosis goreng, kini punya juga warung sembako," kata dia.

Hernelis yang merupakan Ketua Kelompok PNM Mekaar Desa Mainan tersebut, mengatakan saat ini anggotanya berjumlah 31 orang. Setiap anggota berkewajiban membayar cicilan secara bersama-sama sesuai dengan total pinjaman kelompok tani.

"Jika ada anggota yang tidak bayar, pasti saya talangi dulu karena anggota merupakan teman dan kerabat sendiri. Tapi ini kadang-kadang saja," kata dia.

Pada kesempatan kunjungannya itu, Arya Sinulingga juga menyalurkan bantuan sembako kepada ibu-ibu nasabah PNM Mekaar.

Baca juga: DPR apresiasi program PNM Mekaar bantu stabilkan ekonomi masyarakat
Baca juga: Menteri BUMN fokus majukan ekonomi keluarga untuk usaha mandiri

Pewarta: Dolly Rosana
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kementerian BUMN akan intensifkan Mekaar di Babel

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar