Paris (ANTARA News/AFP) - Playmaker Prancis Frank Ribery untuk pertama kali kembali ke timnas sejak kegagalannya di Piala Dunia, dan dia minta maaf, Senin waktu setempat, atas sikapnya selama musim 2010.

Sebelum konferensi pers pertamanya sejak Piala Dunia, Ribery menulis sebuah pernyataan yang menjelaskan bagaimana dia "merasa membuat sikap yang salah sebagai seorang pesepakbola (selama) musim 2010 yang gagal".

"Saya mengambil jalan yang salah, saya kehilangan diri saya sendiri," kata Ribery.

Pemain berusia 28 tahun itu berusaha untuk melupakan musim 2009/2010 karena saat itu dia mengalami cedera serius, terlibat skandal dengan gadis di bawah umur, serta hukuman larangan bermainnya di final Liga Champion kalah dari Inter Milan, dan juga dia dikeluarkan dari lapangan pada pertandingan leg pertama semifinal melawan Lyon.

Bahkan lebih terpuruk lagi ketika Prancis gagal masuk putaran kedua Piala Dunia di Afrika Selatan setelah hanya berada di posisi papan bawah grup. Ribery diganjar larangan bermain tiga pertandingan karena keterlibatannya dalam mogok pemain setelah Nicolas Anelka dipulangkan.

"Saya pesakitan, orang yang sangat sayang kepada saya begitu saja saya kecewakan, saya minta maaf," kata pemain Bayern Munich.

Ribery juga menyatakan tidak senang terhadap media yang mengancamnya.

"Ada sesuatu yang anda katakan membuat saya shok, saya merasa itu hanya iri dan saya merasa jadi buron, itu berpengaruh ke banyak orang, saya melakukan sesuatu yang mungkin selalu tidak benar, Piala Dunia terpuruk, saya jelak main di lapangan, tapi saya tidak punya waktu membuat keputusan sendiri," katanya.

"Di bus, kami ada semua, kami berjumlah 23, kami semua mengalami bersama, sekarang saya ingin membalik halaman, saya ingin melupakan semuanya, hati saya selalu terpatri kostum Prancis, saya ingin menemukan kesenangan kembali seperti yang pernah saya alami pada 2006," tambahnya.

Ribery berterimakasih kepada pelatih Prancis Laurent Blanc yang telah memilihnya masuk timnas dan mengatakan ingin menebus kepercayaan dirinya.

"Saya berterimakasi kepadanya yang telah mempercayai saya dan kembali mengambil saya masuk timnas Prancis, bagi saya tim Prancis selalu menjadi impian dan sebuah sumber kebahagiaan," katanya.(*)

(Uu.A020/T009)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011