Gerindra Tetap Tidak Setuju Pembangunan Gedung DPR

Gerindra Tetap Tidak Setuju Pembangunan Gedung  DPR

Prabowo Subianto. (ANTARA News)

"Kalau kebutuhan belum sangat mendesak, kenapa harus memaksakan membangun gedung baru."
Jakarta (ANTARA News) - Partai Gerindra tetap tidak menyetujui pembangunan gedung baru DPR RI, meskipun Sekretariat Jenderal DPR RI sudah mulai melakukan proses lelang tender.

"Sikap Partai Gerindra sudah jelas. Kami imbau pembangunan gedung baru DPR RI tidak usah diteruskan, karena gedung lama masih baik," kata Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, usai melantik Pengurus Badan Khusus Wanita Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), di Jakarta, Jumat.

Prabowo menjelaskan, ada gagasan dari pemerintah untuk memindahkan ibukota negara dari Jakarta ke Kalimantan Tengah.

Jika gagasan itu direalisasikan, menurut dia, maka pembangunan gedung baru DPR RI dengan pagu anggaran Rp1,138 triliun akan menjadi mubazir.

"Apalagi, sebagian rakyat Indonesia saat ini masih hidup miskin," katanya.

Prabowo mengusulkan, anggaran Rp1,138 triliun tersebut lebih baik dialokasikan untuk membantu masyarakat miskin agar hidupnya lebih layak.

Ketua Umum HKTI tersebut mencontohkan, jika anggaran Rp1,138 triliun dialokasikan untuk pengadaan sawah baru, maka dana tersebut bisa diwujudkan menjadi sawah seluas sekitar 20.000 hektar.

"Sawah itu bisa mata pencarian rakyat yang berprofesi sebagai petani dan bisa memberikan makan banyak rakyat," katanya.

Prabowo menyatakan, akan menginstruksikan kepada anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra untuk mengingatkan anggota DPR RI dari fraksi lainnya agar tidak melanjutkan pelaksanaan pembangunan gedung baru.

Pelaksanaan pembangunan gedung baru, kata dia, harus melihat pada skala prioritas pembangunan, apakah keburuhannya sudah sangat mendesak.

"Kalau kebutuhan belum sangat mendesak, kenapa harus memaksakan membangun gedung baru," katanya.

DPR RI saat ini sedang mempersiapkan pembangunan gedung baru 36 lantai dengan nilai proyek Rp1,138 trilun.

Sekjen DPR RI, Nining Indra Saleh, mengatakan bahwa peletakan batu pertama pembangunan gedung baru DPR sekitar Juni 2011.

Menurut dia, saat ini panitia lelang tender sedang akan melakukan evaluasi terhadap para peserta tender yakni sebanyak 11 perusahaan kontraktor.

Evaluasi dilakukan pada 28 Maret hingga 1 April 2011, kemudian pengumuman pemenang tender akan diumumkan pada 6 Maret 2011.
(T.R024/B013)

Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2011

Gerindra dan PKS tanggapi positif pernyataan Presiden soal bajak momentum krisis

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar