Epidemiolog Unsoed: Sistem jemput bola efektif percepat vaksinasi

Epidemiolog Unsoed: Sistem jemput bola efektif percepat vaksinasi

Ahli epidemiologi lapangan dari Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah dr Yudhi Wibowo.. (FOTO ANTARA/Dokumentasi Pribadi_.

Di beberapa wilayah, terutama yang area geografisnya sulit bagi masyarakat untuk datang ke pusat kesehatan masyarakat atau sentra vaksin, maka sistem jemput bola merupakan salah satu solusi terbaik
Purwokerto, Jateng (ANTARA) - Ahli epidemiologi lapangan dari Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah dr Yudhi Wibowo mengatakan penerapan sistem jemput bola akan efektif mempercepat capaian vaksinasi COVID-19 di daerah.

"Di beberapa wilayah, terutama yang area geografisnya sulit bagi masyarakat untuk datang ke pusat kesehatan masyarakat atau sentra vaksin, maka sistem jemput bola merupakan salah satu solusi terbaik," katanya di Purwokerto, Kamis.

Dia mengatakan salah satu prinsip dasar dalam meningkatkan cakupan vaksinasi adalah dengan mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.

"Prinsipnya adalah bagaimana mendekatkan layanan kesehatan ke masyarakat, sedekat mungkin maka nantinya aksesibilitas akan meningkat," katanya.

Pemerintah daerah, kata dia, perlu terus melakukan sejumlah program strategis guna mempercepat pencapaian target vaksinasi COVID-19 di wilayah setempat.

"Terutama vaksinasi bagi kelompok rentan, contohnya adalah vaksinasi bagi lansia, ini perlu terus dimaksimalkan agar segera mencapai target kekebalan kelompok," katanya.

Dia menjelaskan dengan sistem jemput bola maka bagi warga lanjut usia yang kesulitan datang ke fasilitas kesehatan akan lebih mudah mengakses layanan vaksinasi.

"Misalkan, lansia sasaran yang kesulitan datang ke fasilitas kesehatan akan dijemput oleh aparat desa untuk diantar ke lokasi fasilitas kesehatan terdekat dan setelah menjalani vaksinasi maka warga lanjut usia tersebut bisa diantar pulang kembali ke rumah masing-masing," katanya.

Pilihan lainnya, kata dia, adalah mendatangkan petugas kesehatan ke desa-desa di mana sasaran lansia tinggal.

"Tentunya petugas kesehatan akan dilengkapi dengan sumber daya yang memadai sama seperti saat berada di fasilitas kesehatan. Namun demikian langkah ini perlu menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan," katanya.

Sementara itu, dia juga mengingatkan agar pemerintah daerah terus memperkuat sosialisasi dan edukasi kepada seluruh masyarakat hingga ke tingkat desa.

"Dengan demikian akan dapat mengingatkan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya vaksinasi dan juga pentingnya protokol kesehatan selama pandemi belum berakhir," katanya.

Menurut dia, program percepatan vaksinasi perlu diiringi dengan disiplin penerapan protokol kesehatan pada semua sektor kegiatan masyarakat.

Selain itu, yang juga tidak kalah penting adalah memperkuat praktik 3T yaitu testing (pemeriksaan), tracing (pelacakan) dan treatment (penanganan) dalam rangka mendukung percepatan penanganan pandemi COVID-19, demikian Yudhi Wibowo.

Baca juga: Epidemiolog: Percepat vaksinasi antisipasi lonjakan kasus COVID-19

Baca juga: Epidemiolog: Belum dapat dipastikan kapan keadaan akan normal kembali

Baca juga: Akademisi: Akselerasi vaksinasi butuh kerja sama masyarakat

Baca juga: Pakar:Varian Delta lebih menular-mengkhawatirkan dibanding varian Mu


#ingatpesanibu
#sudahdivaksintetap3M
#vaksinmelindungikitasemua

Pewarta: Wuryanti Puspitasari
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Indonesia harus bersiap akhiri darurat pandemi COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar