Erick Thohir ajak BUMN dan universitas hadapi tantangan ekonomi global

Erick Thohir ajak BUMN dan universitas hadapi tantangan ekonomi global

Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir saat "Orasi Ilmiah bertajuk Globalization and Digitalization: Strategi BUMN Pasca-pandemi" secara virtual, Sabtu. ANTARA/ Tangkapan Layar Aplikasi Youtube

Kalau kita lihat G20 di Roma, banyak negara maju menekankan tentang green economy. Dalam hal ini, Indonesia setuju, sangat setuju. Karena kalau kita bicara green economy adalah bicara masa depan yang terjaga
Jakarta (ANTARA) - Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengajak BUMN, universitas, dan rakyat Indonesia untuk bergotong royong menghadapi tantangan ekonomi global saat ini.

"Kita semua, BUMN, universitas, rakyat Indonesia harus berpikir secara gotong royong, bekerja sama untuk membangun fondasi, mencari jalan keluar untuk tantangan global yang kita hadapi," kata Erick saat secara virtual menyampaikan orasi ilmiah bertajuk "Globalization and Digitalization: Strategi BUMN Pasca-pandemi" di Jakarta, Sabtu.

Erick menyebutkan terdapat tiga tantangan global yang harus dihadapi bangsa Indonesia saat ini, pertama yakni pasar globalisasi yang akan terus dipaksakan dibuka. Kemudian soal distribusi digital yang tidak bisa terbendung, dan terakhir soal ketahanan kesehatan yang tengah ditanamkan di Indonesia, salah satunya melalui penguatan bahan baku.

Terkait pasar globalisasi yang dibahas dalam G20 di Roma, Italia, Erick menyampaikan bahwa di forum tersebut Indonesia menekankan komitmennya dalam mengimplementasikan ekonomi hijau.

"Kalau kita lihat G20 di Roma, banyak negara maju menekankan tentang green economy. Dalam hal ini, Indonesia setuju, sangat setuju. Karena kalau kita bicara green economy adalah bicara masa depan yang terjaga," ujar Erick.

Indonesia punya komitmen yang sama untuk melakukan transformasi tersebut. Tapi, lanjut Erick, jika green economy tersebut disusupi oleh kepentingan agar Indonesia tidak menjadi negara maju, maka Indonesia menolaknya.

"Bapak Presiden Joko Widodo tidak mau mau tandatangan mengenai rantai pasok atau supply chain. Karena kita ditekan harus membuka industri pertambangan kita dan harus dikirim sebanyak-banyaknya ke negara lain," ujar Erick.

Erick menyampaikan, Indonesia tidak anti asing, tapi sudah sewajarnya sumber daya alam (SDA) yang dimiliki dipakai untuk pertumbuhan ekonomi dalam negeri sebesar-besarnya. Selain itu, pasar Indonesia yang juga besar harus dipakai untuk pertumbuhan ekonomi bangsa.

"Karena itu, saya membuat statement dan juga Bapak Presiden, bahwa ini adalah sudah waktunya Indonesia menjadi sentra daripada pertumbuhan ekonomi dunia. Ekonomi dunia menjadi bagian pertumbuhan kita, bukan dibalik, kita hanya dijadikan sapi perah saja," tukas Erick.

Untuk itu, Erick menekankan bahwa Indonesia berupaya menggenjot hilirisasi, sehingga SDA yang dimiliki menjadi bernilai tambah.

Baca juga: Erick Thohir dorong kawasan industri BUMN lebih ramah lingkungan
Baca juga: Indef sepakat instruksi Erick Thohir agar toilet SPBU Pertamina gratis
Baca juga: Erick Thohir: Covid-19 jadi momentum percepatan transformasi digital


Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menteri BUMN paparkan kebutuhan tahun 2045

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar