Jakarta (ANTARA News) - Kepolisian RI sudah memberikan izin pihak keluarga untuk mengambil jenazah pelaku bom bunuh diri, Muhammad Syarif Astanagarif.

"Jenazah Syarif sudah bisa diambil oleh keluarganya," kata Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Pol Ito Sumardi di Jakarta, Rabu.

Syarif, pelaku aksi bom bunuh diri di Mesjid Adz Zikro di Mapolres Cirebon, jasadnya masih Rumah Sakit Polri Soekanto, Kramat Jati, Jakarta.

Hasil pemeriksaan DNA kedua orang tua Syarif yakni bapaknya bernama Abdul Gofur dan ibunya bernama Sri Mulat dicocokan dengan DNA pelaku ada kesamaan.

Saat itu, pelaku mendekat ke posisi Kapolres Cirebon AKBP Herukoco yang saat salat berdiri di baris nomor dua bagian depan.

Pelaku saat melakukan aksinya menggunakan lima lapis celana yang terdiri satu celana dalam, dua celana pendek dan dua celana panjang.

Bom ditaruh di sebelah kanan perut pelaku, maka saat meledak tersangka tewas yang hancur bagian perutnya.

Sebelum kejadian, pelaku mengikat bomnya di daerah dada dan perut, kemudian dipindahkan ke sebelah kanan.

Adapun ciri-ciri dari pelaku tersebut adalah seorang laki-laki.

Dengan tinggi badan 180 centimeter, berat badan 70 kilogram, wajah Mongoloid, golongan darah O dan kulit kuning langsat adalah ciri khusus.

Hasil dari forensik lain adalah pada wajah memiliki jenggot, gigi seri sebelah kiri ada yang patah dan dahi kiri ada bekas luka yang sudah sembuh.
(*)

Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2011