Medan (ANTARA News) - Menteri Pendidikan Nasional M Nuh menegaskan, perguruan tinggi negeri tidak boleh menolak calon mahasiswa yang berasal dari keluarga ekonomi lemah atau miskin.

"Istilah orang miskin tidak bisa kuliah sudah kita kubur dalam-dalam. Sekarang orang miskin bisa kuliah, apalagi sekarang pemerintah telah menyediakan beasiswa bidik misi bagi calon mahasiswa yang berasal dari keluarga miskin," kata Mendiknas pada dialog dengan mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi dari Universitas Sumatera Utara (USU) di Medan, Sabtu.

Ia mengatakan, perguruan tinggi harus lebih ramah secara sosial kepada masyarakat miskin. Artinya masyarakat miskin yang ingin kuliah harus mendapat perhatian khusus dari perguruan tinggi.

Dengan kata lain, perguruan tinggi tidak boleh tertutup bagi calon mahasiswa miskin. Selain itu perguruan tinggi juga harus rajin turun ke pelosok mencari masyarakat miskin untuk mengajaknya kuliah.

Menurut Menteri, sebenarnya banyak masyarakat miskin yang ingin kuliah, namun karena sadar dengan kemampuan ekonominya, keinginan itu mereka kubur jauh-jauh hari.

"Di sinilah peran perguruan tinggi untuk mencari mereka hingga ke pelosok dan mengajak mereka untuk kuliah. Ini harus dilakukan USU dan Unimed kalau ingin mulia di mata masyarakat," katanya.

Menurut dia, kemuliaan perguruan tinggi bukan saja ditentukan oleh prestasi yang pernah diraih namun juga oleh berapa banyak mereka menerima mahasiswa miskin.

"Saya berani taruhan, USU dan Unimed akan lebih maju lagi kalau mereka lebih banyak menerima mahasiswa miskin. Mahasiswa yang berasal dari keluarga miskin saya minta jangan malu jadi orang miskin. Tetaplah semangat hingga kelak dapat berguna bagi orang lain," katanya.

Dalam kesempatan itu, Menteri juga menyempatkan memberikan tips agar sukses kepada mahasiswa yakni menyisihkan pendapatan sebesar 2,5 persen untuk membantu orang lain dan tetap berbakti kepada kedua orang tua.

"Suatu saat ajak orang tua masing-masing untuk melihat suasana kampus. Restu Allah ada pada restu orang tua,"katanya.

Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Syahril Pasaribu mengatakan, pada tahun akademik 2010/2011, pihaknya mendapat alokasi dan sudah menyalurkan Beasiswa Bidik Misi kepada 500 mahasiswa yang terdiri atas 216 orang laki-laki dan 284 perempuan.

Mahasiswa penerima Beasiswa Bidik Misi ini tersebar pada 13 fakultas di lingkungan USU. Jurusan atau program studi yang diminati oleh para mahasiswa penerima Beasiswa Bidik Misi tersebut di antaranya program studi Ilmu Hukum sebanyak 27 orang, Teknik Komputer 25 orang.

Kemudian Ekonomi Pembangunan dan Analis Farmasi (D-3) masing-masing 23 orang, Ilmu Kesehatan Masyarakat 21 orang. Sedangkan pada program studi lain jumlah penerima beasiswa ini berkisar antara 1 sampai 14 orang.

"Prestasi terbaik yang diperoleh mahasiswa penerima Beasiswa Bidik Misi USU yang tertinggi diraih oleh Rahmad Ramadhan, mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum dengan nilai Indeks Prestasi 4," katanya.

Dengan beasiswa bidik misi tersebut, jumlah keseluruhan mahasiswa penerima beasiswa di USU mencapai 5.620 orang dari jumlah total mahasiswa aktif 35.897 orang.

"Meskipun besaran nilai bantuan yang diberikan ini relatif berbeda. Namun patut diapresiasi bahwa bantuan pendidikan yang diberikan ini merupakan wujud dari kepedulian pemerintah dalam memberikan dukungan biaya pendidikan, terutama bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu secara ekonomi namun memiliki kemampuan akademik yang baik," katanya.(*)
(T.KR-JRD/N002)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011